Breaking News:

Faktor Lingkungan Kurang Baik Penyebab Anak Merokok, Parenting Skill Lindungi Anak Dari Zat Adiktif

Seto Mulyadi mengatakan promosi, sponsor dan iklan rokok tentu dapat mempengaruhi terjadi peningkatan signifikan anak merokok.

Editor: Agus Nuryadhyn
Bangkapos.com/Ajie Gusti Prabowo
Kak Seto dan Bahar Buasan saat mengunjungi TK Kasih Desa Kayu Besi, Bangka Tengah, Senin (15/2/2016 

BABELNEWS.ID-- Faktor pandemi Covid-19 saat ini pun bisa menjadi penyebab peningkatkan anak merokok.

Sebab anak tidak sekolah dan sering main android, sehingga bisa berpotensi terpapar iklan rokok yang ada di media sosial.

Tidak hanya itu, lingkungan keluarga dan sekitar yang kurang baik tentu menjadi faktor penyebab anak merokok lainnya.

"Anak secara sikologis adalah pembelajar sejati atau peniru yang terbaik karena proses anak bertingkah laku dimulai dari melihat lingkungan kemudian melakukan peniruan, bisa saja berbicara, tersenyum dan tingkah laku. Lingkungan terdekat adalah keluarga, jadi beberapa anak yang mungkin orangtuanya merokok seperti bapak atau ibunya sehingga mengikuti. Kedua, lingkungan luar rumah seperti pergaulan," jelas Seto Mulyadi Psikolog anak sekaligus Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Rabu (4/11/2020) saat dikonfirmasi Bangkapos.com.

Disisilain Seto Mulyadi mengatakan promosi, sponsor dan iklan rokok tentu dapat mempengaruhi terjadi peningkatan signifikan anak merokok.

"Misalnya acara olahraga dan berbagai kegiatan keluarga yang melibatkan anak disponsori rokok sehingga anak terpapar dan terpengaruh bujuk rayu dengan iklan tersebut karena dipengaruhi gaya dan kreativitas, sehingga mereka tergiring karena itu adiktif maka akan ketergantungan," jelas pria yang kerap disapa Kak Seto, Rabu (4/11/2020) saat dikonfirmasi Bangkapos.com.

Disebutkannya, saat ini Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia pasifik yang belum meratifikasi konvensi kerangka kerja pengendalian tembakau atau framework convention on tobacco control (FCTC).

"Konvensi tersebut sepakat untuk melarang berbagai bentuk promosi, sponsor dan iklan rokok termasuk di asia tenggara, semua negara sudah meratifikasi, tapi di Indonesia belum sehingga masih banyak iklan rokok termasuk di media sosial," ungkap Kak Seto.

Beberapa waktu lalu, pihaknya pernah menyelenggarakan kongres anak Indonesia yang pertama kali digelar dalam sejarah secara virtual.

Salah satu suara anak itu adalah desakan kepada pemerintah untuk melindungi anak dari internet yang terpapar oleh pronografi, kekerasan dan iklan rokok ini.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved