Tim Naga Meringkus Lima Pelaku Pencuri Laptop di SMPN 6, Uang Hasil Gadai Untuk Judi Onlne

Aksi yang dilakukan oleh geng ini tidak dicurigai, karena salah satu dari mereka merupakan penjaga malam di sekolah tersebut. 

Penulis: Yuranda | Editor: Agus Nuryadhyn

BABELNEWS.ID-- Tim Naga Polres Pangkalpinang meringkus komplotan pencurian di SMPN 6 Pangkalpinang.

Pelaku terdiri dari lima orang ini ditangkap di lokasi berbeda.

Dalam aksinya, lima pelaku menggasak 10 unit laptop baru milik sekolah itu.

Aksi yang dilakukan oleh geng ini tidak dicurigai, karena salah satu dari mereka merupakan penjaga malam di sekolah tersebut. 

Para pelaku yang diamankan diantaranya Reza Renaldi alias Ejak (22), Rahman (22) keduannya warga Kelurahan Dul, Pangkalanbaru, Noval (22), Malvindra alias Alvin (17) keduanya warga Semabung Baru, dan Sigit Adi Wiguna (30) warga Selindung, Kota Pangkalpinang. 

Sigit Adi Wiguna (30), merupakan penjaga sekolah SMP Negeri 6 Pangkalpinang itu mengaku mencuri laptop sekolah tersebut. Uang hasil gadai laptop itupun digunakan olehnya untuk berjudi online. 

"Saya ambil laptop sebanyak 3 unit, dari dalam laboratorium sekolah, setelah itu saya gadai ke orang orang, dengan harga Rp1 juta. Uangnya untuk judi online," kata Sigit kepada Bangkapos.com, di Polres Pangkalpinang, Senin (25/1/2021) malam. 

Sigit mengatakan menjadi penjaga sekolah sudah lima tahun, dan sudah mengetahui tempat laptop tersebut berada. Sehingga dirinya sangat gampang mengambil barang-barang yang ingin dijualnya. 

"Pihak sekolah tidak tahu sama sekali, kalau laptop tersebut kami ambil," katanya. 

Sementara itu, Reza Renaldi alias Ejak (22) mengatakan mereka melakukan pencurian sebanyak dua kali di SMP Negeri 6 Pangkalpinang. 

"Mencuri di SMP N 6 dua kali, pada hari Selasa tanggal 19 januari 2021 dan hari Sabtu tanggal 23 januari 2021 malam, kami masuk ke dalam lab komputer dengan cara mencongkel jendela," kata Ejak. 

Dalam beraksi geng ini mempunyai tugas dan peran masing masing, dimana Ejak bertugas masuk ke dalam lab dan mengambil laptop, sedangkan rekan lainya mengawasi lingkungan sekolahan tersebut. 

"Hasil-hasil curian laptop ini kami jual dengan harga bervariasi dari 1 juta hingga 2 juta per unitnya, kami jual dan gadai di wilayah di Pulau Bangka, hasilnya kami gunakan untuk membeli chip permainan higgs domino, kami biasanya langsung membeli belasan billion (B) dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari," ucap Ejak.

Akibat kecanduan permainan Higs Domino membuat lima pemuda ini, nekat mencari untuk mendapatkan uang. Kasus ini terungkap setelah pihak sekolah melaporkan kejadian itu ke Polres Pangkalpinang. Minggu (24/1/2021) 

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved