Nasib Pilu Gadis ABG, Usai Dinodai di Kuburan, Kakak Pelaku Justru Ingin Menghancurkannya

Seorang Seorang ibu rumah tangga (IRT), di Palembang Sumsel berinisial MR (47) seperti tersambar petir setelah mendengar pengakuan polos putrinya.

Editor: El Tjandring
tribunnews.com
ilustrasi-- trauma perkosaan 

BABELNEWS.ID - Seorang Seorang ibu rumah tangga (IRT), di Palembang Sumatera Selatan berinisial MR (47) seperti tersambar petir setelah mendengar pengakuan polos putrinya.

Dia tidak menyangka jika seorang perempuan muda yang telah datang ke rumahnya untuk mengintimidasi putirnya, ternyata adalah kakak perempuan dari seorang pemuda yang telah menodai putrinya.

Dikutip dari Sriwijaya Pos, Dengan langkah tergesa-gesa MR mendatangi SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polrestabes Palembang, Sabtu (10/04/2021).

MR yang merupakan warga tinggal di kawasan Kelurahan Kemuning Palembang itu hendak membuat laporan polisi dalam kasus pemerkosaan terhadap anaknya yang masih dibawah umur, yakni EP.

"Anak saya ini diperkosa oleh MI pak," kata lalu MR saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.

MR juga menyebutkan anak gadisnya MI diancam oleh seorang wanita masih keluarga pelaku MI.

Informasi yang himpun, kasus pemerkosaan terhadap korban terkuak setelah ibu korban yakni MR (47) warga Kemuning Palembang menanyakan langsung kepada anak gadisnya itu.

Bak disambar petir mendengar pengakuan EP. Kasus ini terbongkar saat korban (EP) sedang berada di rumah bersama MR selaku ibunya.

Saat sedang santai di rumah itulah, tiba-tiba datang seorandg perempuan mengaku saudarinya terlapor MI.

Setelah perempuan tersebut pulang dari rumah mereka, MR kemudian bertanya kepada anaknya EP perihal kenapa saudari terlapor kerumah mereka.

Korban EP menjawab bahwa apabila korban keluar dari rumah maka korban akan hancur.

Lalu korban bercerita aib yang dialaminya sehingga saudari terlapor berani mengancam dirinya.

Menurut EP, pada Senin (01/02/2021) sekira pukul 01.00 WIB dia diajak jalan-jalan oleh terlapor MI, kemudian dibawa ke kawasan TPU Talang Kerikil Kecamatan Kemuning Palembang.

Setibanya di tempat ini, dalam kondisi suasana sepi MI mengajak EP berhubungan badan.

Namun EP mengaku menolak ajakan MI itu, tetapi karena rayuan MI disertai janji akan menikahi dirinya, sehingga EP mengaku terjadilah hubungan terlarang itu.

"Setelah mendengar cerita dari anak saya. apalagi dia masih polos dan masa depannya bagaimana nanti. Makanya saya membuat laporan ke polisi meminta keadilan," ungkap MR.

Kasubbag Humas Polrestabes Palembang Kompol M Abdullah membenarkan adanya laporan tersebut.

"Laporan sudah diterima sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu No 1 Tahun 2016 perubahan kedua atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak pasal 81. Dan saat ini sudah ditangani Satreskrim Unit PPA," tegasnya.

(sriwijaya pos)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved