Polisi Menetapkan 7 Gadis ABG Muncikari Tersangka, Jalankan Bisnis Prostitusi Tawarkan Gadis Belia

Dari 15 gadis belia yang diamankan personel Polda Metro Jaya, 7 di antaranya diduga sebagai muncikari dan joki praktik bisnis pelacuran ABG

Editor: Agus Nuryadhyn
Wartakotalive/Andika Panduwinata
7 ABG Jalankan Bisnis Prostitusi, Jual Gadis Belia ke Om-om Hidung Belang Lewat Media Sosial. Foto ilustrasi petugas Satuan Pamong Praja Tangerang mengamankan dua gadis muda diduga terlibat bisnis prostitusi di apartemen 

BABELNEWS.ID-- Terungkap muncikari yang mengkoordinir prostitusi ABG di Reddoorz Plus Near TIS Square adalah seorang gadis belia.

Dari 15 gadis belia yang diamankan personel Polda Metro Jaya, 7 di antaranya diduga sebagai muncikari dan joki praktik bisnis pelacuran anak baru gede (ABG) tersebut.

Pelaku menjajakan teman-temannya untuk melayani om-om atau pria hidung belang melalui sarana media sosial (medsos).

"Untuk yang 7 (muncikari dan joki) karena di bawah umur tapi kasus tetap berjalan, tetap lanjut.

Tetapi kita wajib laporkan karena anak di bawah umur," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunu kepada awak media, Jumat (23/4/2021).

Kendati begitu untuk 8 perempuan di bawah umur yang diperdagangkan, saat ini pihaknya sudah menyerahkan sebagian kepada orangtua masing-masing.

Lanjut Yusri, untuk 7 gadis ABG yang menjadi muncikari tersebut pihaknya telah menetapkan sebagai tersangka.

Namun karena masih di bawah umur, Yusri menyebut harus ada perlakuan khusus.

"Sambil kami lihat seperti apa, ini masih dilakukan pendalaman. Iya (sudah tersangka)," tuturnya.

Akibat perbuatannya kepolisian menerapkan dasar hukum UU Perlindungan Anak dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Kitab-Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kata Yusri, penerapan UU ITE ini sendiri dilayangkan kepolisian karena keseluruhan muncikari memasarkan para perempuan tersebut melalui sosial media.

"Kami persangkakan UU Perlindungan Anak, KUHP dan UU ITE juga di sini karena diperjualbelikan, dipromosikan, di media sosial yang ada," tandasnya

Sebelumnya, kepolisian masih terus mendalami proses penyidikan perkara praktik prostitusi anak di bawah umur yang melibatkan 15 orang.

Yusri mengatakan, pendalaman proses penyidikan tersebut dilakukan pihaknya guna mengungkap tersangka dalam perkara tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved