Semua Tersangka Pembunuhan di Kota Kapur Sudah Diamankan, Begini Pengakuan Tersangka Terakhir

Satu orang terakhir yang diduga terlibat dalam pembunuhan Hendra alias Bohel (25), warga Desa Labuh Air Pandan, akhirnya berhasil Diamankan polisi.

Penulis: Deddy Marjaya | Editor: El Tjandring
Kompas.com
Ilustrasi Penjara (jeruji besi) 

Setelah mengamankan tiga orang rekan korban polisi kemudian menunggu hasil visum dari RSUD Depati Bahrin Sungailiat.

Hasilnya tim dokter menyatakan dua luka besar yakni di kepala dan di kaki akibat benda tajam.

Kaplolres Bangka AKBP Widi Haryawan kemudian memerintahkan Kasat Reskrim AKP Dedy Setiawan bersama Kanit Tipidter Ipda Dana, Kanit Buser Ipda Judit Dwi Laksono dan Kapolsek Mendobarat Iptu Andi Eko Wardana memimpin anggota Buser Polres Bangka, Intel Polres Bangka dan anggota Polsek Mendobarat melakukan pendalaman dan penyelidikan.

Polisi langsung mengamankan tiga orang yakni Jeki Subekti alias Jeki warga Labuh Pandan, Hendra alias Hen dan Romadi alias Godang yang merupakan kakak adik warga Desa Penagan untuk dimintai keterangan.

Apalagi mereka sejak awal menyatakan Bohel merupakan korban lakalantas.

Akhirnya didapat titik terang setelah Godang yang keterangannya terus berubah ubah menguak kejadian.

Godang yang dalam keterangan awal termasuk dari Hen dan Jeki mengatakan menjadi orang terakhir bertemu Bohel.

Godang dalam cerita awal mereka mengantar Bohel dan sempat berhenti di TKP untuk buang air kecil.

Saat itu Godang mengaku Bohel ditabrak truck kemudian mendatangi Hen dan Jeki memberitahukan.

Mereka kemudian menginformasikan kewarga terkait kejadian.

Godang akhirnya kepada polisi mengakui itu adalah karangan mereka saja.

Godang kemudian menginformasikan bahwa selain mereka bertiga juga ada Aswadi alias Se'O dan Saibul alias Ibul warga Penagan yang terlibat.

Sembunyi di Pondok Kebun

Kamis (22/4/2021) dinihari polisi menggrebek sejumlah lokasi guna mencari keberadaan Se'O dan Ibul di kawasan Desa Penagan.

Tim gabungan ini terus berada di lapangan mencari keduanya. Namun keduanya menghilang tanpa diketahui keberadaannya.

Saat beristirahat sore hari sembari membahas langkah-langkah di Pantai Penagan seorang warga mendatangi rombongan dan menginformasikan bahwa Se'O dan Ibul terlihat berada di salah salah satu pondok kebun.

Tak menyia-nyiakan informasi diputuskan langsung untuk mengepung pondok kebun yang dimaksud. Letak pondok kebun ternyata cukup jauh dari jalan tanah dan tersembunyi di balik hutan.

Tim kemudian mengendap endap menuju pondok. Saat pondok dikepung didapati dua orang sedang beristirahat dan langsung berusaha dibekuk.

Se'O yang menjadi target berusaha memberontak. Polisi kemudian melepaskan sejumlah tembakan peringatan yang menyiutkan nyali Se'O.

Se'O bersama rekannya (tidak terlibat) kemudian langsung dibawa guna mencari keberadaan Saibul.

Setelah sejumlah titik didatangi tanpa membuahkan hasil Se'O kemudian langsung diamankan ke Polsek Mendobarat.

Di Polsek Mendobarat Se'O tetap berkeras dirinya tidak tahu menahu terkait kejadian.

"Ku semalem tiduk di rumah mak kami same Ibul baru pagi tadi jam delapan kami ke pondok terus Saibul keluar cari makan pakai motor jam sepuluh," kata Se'O.

Se'O baru terdiam dan mengaku setelah dipertemukan dengan tersangka lain.

"Aok pak ku yang bacok kepala e terus Saibul mbacok kaki e," kata Se'O.

Hanya Se'O yang membacok

Namun pihak kepolisian tidak lantas begitu saja percaya dengan keterangan Se'O yang menyebut Ibul membacok kaki korban Bohel.

Setelah melakukan pencocokkan keterangan para tersangka, penyidik akhirnya mendapat pengakuan Se'O bahwa hanya di seorang diri yng membacok korban.

Fakta diungkap oleh Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan saat jumpa pers Jumat (23/4/2021) di Polres Bangka.

"Jadi yang melakukan pembacokan hanya Se'O seorang diri pertama dibacok kaki kemudian korban terduduk baru kemudian pelaku membacok kepala korban," kata AKBP Widi Haryawan.

AKBP Widi Haryawan mengatakan, tersangka lainnya hanya ikut memukuli korban sebelum terjadi pembacokan.

Mereka yakni Jeki Subekti alias Jeki warga Labuh Pandan, Hendra alias Hen dan Romadi alias Godang yang merupakan kakak adik warga Penagan.

"Jadi cuma satu orang yang melakuan pembacokan menggunakan parang yang sudah diamankan sedangkan empat orang lainnya hanya memukuli korban," kata AKBP Widi Haryawan.

AKBP Widi Haryawan juga mengatakan para tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP dan 170 KUHP Ayat 3 dengan ancaman di atas 5 tahun penjara.

"Kita jerat dengan pasal berlapis yakni 170 KUHP dan 338 KUHP ancaman di atas 5 tahun penjara," kata AKBP Widi Haryawan

AKBP Widi Haryawan mengatakan kejadian tersebut akibat baik para pelaku maupun korban dipengaruhi allkohol usai menegak minuman keras jenis arak.

"Jadi seperti dalam sejumlah kejadian penganiyaan dipengaruhi allkohol," kata AKBP Widi Haryawan. (bangkapos.om/deddy marjaya)

  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved