Breaking News:

Warga Merasa Ditipu Lapor Ke Polisi, Dugaan Praktik Investasi Bodong, Toko Ditutup Alasan Covid 19

Para pelapor mendatangi Mapolresta, karena merasa ditipu pengurus Koperasi 212 Samarinda

Editor: Agus Nuryadhyn
TRIBUNKALTIM.CO/ NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Penampakan Kios 212 Mart di Jalan Gerilya, Kota Samarinda. Masih terpasang plang logo supermarket. Namun kios 212 Mart tampak tertutup rapat dengan gembok yang melekat di pintu rolling door ruko tersebut. TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

BABELNEWS.ID-- Ratusan warga melaporkan investasi bodong 212 Mart ke Polresta Samarinda, Kalimantan Timur.

Total kerugian ditaksir miliaran rupiah.

Belakangan, Manajemen 212 Mart Samarinda menghindar dan susah dihubungi.

Kasus investasi bodong 212 Mart Samarinda terungkap.

Para pelapor mendatangi Mapolresta, karena merasa ditipu pengurus Koperasi 212 Samarinda, setelah mengundang investasi untuk mendirikan pusat perbelanjaan 212 Mart.

Nilai investasi tiap warga beragam, mulai dari 500 ribu sampai dengan 20 juta rupiah.

Masalah muncul sejak Oktober 2020, mulai dari gaji karyawan yang belum dibayarkan, hingga operasional 212 Mart ditutup tanpa pengembalian investasi yang dibayarkan.

Pengurus koperasi pun menghilang dan sulit dihubungi, hingga warga yang menjadi korban melapor polisi.

Setelah resmi mendapat laporan dari investor 212 Mart, polisi menyelidiki dugaan penipuan alias investasi bodong yang dilakukan Koperasi Syariah 212 Samarinda.

Penelusuran keberadaan para pengelola koperasi dilakukan agar bertanggung jawab atas janji mereka kepada para investor.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved