Breaking News:

Demi Jaga Amanah, Ini Detik-detik Dramatis Ustazah Vitria Selamat Santri, Motor Hingga Uang Yayasan

Tak ada firasat apapun yang dirasakan oleh Ustazah Vitria Anjelika yang mengajar di Ponpes Tahfidz Guntur di di Dusun Pengkalen Batu, Desa Ranggung.

Editor: nurhayati
Ist/H Iskandar
Sejumlah santri melihat sisa-sisa barang yang terbakar di asrama Pondok Pesantren Tahfidz Guntur, Dusun Pengkalen Batu, Desa Ranggung, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, Minggu (06/06/2021) pagi. 

Ustazah Vitria kembali menerobos api untuk membangunkannya.

Mahatul bangun dan segera disuruh menyelamatkan diri.

"Setelah bangun langsung membawanya ke bawah sambil memapahnya. Apinya dari atas posisinya kan pondok jadi apinya sudah ke bawah semua," ucapnya.

Ustazah Vitria teringat di bawah tempat mengajar ada satu unit motor milik seorang ustaz.

Ia pun berusaha menyelamatkan motor tersebut.

"Saya sekuat tenaga menyelamatkan motor dibawa agak menjauh dari kobaran api," lanjutnya.

Motor selamat, Ustadzah itu kembali teringat dengan uang yayasan.

Ia menerobos api yang telah membakar pondok.

"Karena itu uang yayasan saya enggak punya uang untuk menggantikannya. Saat itu api sudah menyebar ke seluruh pondok tetapi saya nekat masuk lagi sendiri ke dalam untuk menyelamatkan uang yayasan tersebut melalui pintu yang sudah penuh dengan api," ungkap Vitria

Saat menerobos, api sudah melalap jilbabnya dan Vitria nyaris terjebak.

"Karena api sudah besar banget jadi tidak mungkin saya turun ke bawah pelan pelan melalui tangga, jadi saya memilih untuk terjun dari lantai atas," kata Vitria.

Setelah terjun ke bawah dari ketinggian kurang lebih 3 meter, Ustazah Vitria berlari.

Ia lari sekuat tenaga sambil memadamkan api di sejumlah pakaian yang ia kenakan.

Ustazah Vitria juga memanggil santri laki-laki dan menyuruh mereka memanggil warga setempat.

"Siapapun itu yang laki-laki tolong panggil warga kampung Pangkalan Batu," katanya menceritakan.

Setidaknya ada dua santri yang bersedia pergi untuk mencari pertolongan dengan berjalan kaki dan memakai senter.

Dua santri ini pergi ke Pangkalan Batu, sekitar 400 meter dari pondok pesantren.

Saat warga Pangkalan Batu mengetahui pesantren kebakaran, para warga pun berteriak untuk memberitahukan warga lain.

Saking besarnya api, sampai- sampai warga pun tidak memakai senter saat menghampiri lokasi kejadian.

"Pesantren kebakaran, pesantren kebakaran, teriak warga," tirunya.

Pilihan Ustazah Vitria untuk melompat dari ketinggian 3 meter karena sudah terjebak api yang membesar adalah keputusan tepat.

Sebab beberapa saat kemudian pondok pesantren tersebut roboh.

Ia bersama para santri dan santriwati serta warga sekitar menyaksikan pondok pesantren itu, tempat mereka menuntut ilmu itu, roboh dilalap api.

Ada 3 santriwati yang diselamatkan oleh ustadzah. Semuanya selamat dan tidak ada terluka.

Sementara sang ustazah diselamatkan ke rumah warga karena luka bakar dan dirawat fasilitas kesehatan di Bangka Selatan sampai akhirnya dirujuk ke Pangkalpinang.

Saat Bangkapos.com menjenguknya kembali, Rabu (9/6/2021). ke ruangan perawatan Topas nomor 5 tempat ia dirawat, Vitria terlihat tengah terbaring lemah dengan kedua tangannya yang berbalut kain perban.

Saat ini ustazah yang masih berusia 18 tahun terbaring lemas di ruang perawatan RS Kalbu Intan Medika.

Dia mengalami luka bakar. Tangan kanan dan kirinya bahkan punggungnya dipenuhi perban.

Tubuhnya ditutupi kain. Jarum infus tampak menempel di bahu kanannya.

Selang oksigen juga masih tampak terpasang di hidungnya.

Dengan sedikit menahan rasa sakit,  Vitria menceritakan kondisinya saat ini.

"Alhamdulilah (xekarang-red) sudah mendingan," ungkap Vitria. 

Anak ke tiga dari empat bersaudara ini juga menuturkan, ia harus rela berkorban demi para santri agar selamat dari peristiwa kebakaran tersebut. Terlebih lagi, ia juga sangat sayang dengan anak-anak.

"Tidak ada yang dipikir lagi, sudah diberi amanah untuk menjaga santri jadi harus dilaksanakan," kata Vitria

Selain itu, niatnya untuk mengajar di Ponpes lantaran merasa iri dengan anak-anak yang umurnya belum genap 10 tahun sudah pandai dan hafal membaca Al-Qur'an.

"Cari ilmu sambil mengajar dan belajar. Apalagi mereka masih kecil sudah hafal Al-Qur'an," jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga berharap dapat menggapai cita-cita menjadi seorang guru.

Jaga amanah

Farida, ibu Vitria saat ditemui Bangkapos.com, Senin (7/6/2021) kemarin bercerita, aksi nekat anaknya itu adalah untuk menjaga amanah yang dititipkan padanya.

Selain santriwati, motor, ada juga uang  yayasan dan donatur yang berhasil diselamatkan Ustazah Vitria.

Uang itu, punya yayasan Rp4 juta dan sumbangan donatur Rp1,7 juta, ia pegang erat-erat agar tak ikut terkena api.

"Dia berpikiran apabila uang tidak diselamatkan, dirinya tidak ada uang mengantikannya, itu amanah orang," ujar Farida.

Farida menyebutkan, ia dan Vitria Anjelika berasal dari Irat, Kecamatan Payung.

Farida bersama suaminya Ismanto (ayah Vitria) sempat syok setelah mendapat kabar pesantren itu terbakar.

"Ada yang nelpon bahwa pesantren kebakaran, sebelumnya belum tahu anak saya kena luka bakar, setelah tahu langsung dibawa ke puskesmas Payung dan dirujuk ke Rumah Sakit Kalbu Intan Medika," ucapnya.

Kini Ismanto dan Farida berharap agar putri mereka itu lekas sembuh.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto/Widodo)

Berita Populer
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved