Breaking News:

Ditahan Karena Tuduhan Narkoba, Janda Muda Dipaksa Oral Seks dan Diperkosa Oknum Polisi

Ditahan Karena Tuduhan Narkoba, Janda Muda Dipaksa Oral Seks dan Diperkosa Oknum Polisi

Editor: M Zulkodri
tribunnews/ilustrasi
Ilustrasi pelecehan seksual. 

BANGKAPOS.COM --Sudah jatuh tertimpa tangga pula, pepatah itulah yang dirasakan oleh janda muda yang ditangkap dengan tuduhan penyalahgunaan narkoba.

Bagaimana tidak selain ditahan ibu tunggal tersebut juga diduga menjadi korban pencabulan oknum aparat kepolisian.

Sang janda dipaksa oknum bejat tersebut untuk memberikan oral seks hingga diperkosa oleh oknum tak bertanggungjawab di Mapolres Kota Bharu.

Melansir worldofbuzz.com, seorang polisi ditangkap setelah diduga memperkosa seorang ibu tunggal di sebuah kamar di Mapolres Kota Bharu, Sabtu (5/6) lalu.

Tersangka berusia 29 tahun itu disebut-sebut melakukan aksinya pada pukul 15.00 WIB.

Saat itu korban berusia 27 tahun dari ruang tahanan Polsek Pengkalan Chepa dibawa ke kamar tersangka untuk dilakukan pemeriksaan.

Berdasarkan laporan Harian Metro, sumber berbagi bahwa saat berada di dalam kamar, tersangka diduga membuka pakaian korban dan memaksa para wanita untuk melakukan seks oral dan melakukan hubungan seksual dengannya.

“Korban yang berstatus janda dan memiliki dua orang anak ini ditangkap bersama mantan suaminya, akibat penggerebekan yang dilakukan Unit Reserse Kriminal Narkotika (JSJN) IPD Kota Bharu, Jumat lalu.”

“Hasil penggerebekan, polisi menyita sabu dan pil kuda. Kasus ini sedang diselidiki berdasarkan Bagian 39B ADB 1952, Bagian 39A (1) ADB 1952 dan Bagian 15 (1) ADB 1952.

Tersangka adalah petugas investigasi yang bertanggung jawab untuk menangani kasus ini,” sumber tersebut berbagi.

Setelah ditangkap, korban dan mantan suaminya ditahan di ruang tahanan Polres Pengkalan Chepa selama seminggu, hingga Jumat (11 Juni) ini.

“Berdasarkan keterangan korban, peristiwa itu terjadi saat wanita itu dibawa keluar dari sel tahanan oleh tersangka dan dibawa ke kamar tersangka di Bareskrim Narkotika IPD Kota Bharu.”

“Saat berada di dalam kamar, tersangka mengatakan kasus korban bisa ditutup jika menuruti keinginannya. Tersangka kemudian memaksa korban untuk melakukan oral seks dan berhubungan badan,” tambah sumber tersebut.

Kepala Badan Reserse Kriminal (JSJ) Kelantan, Asisten Komisaris Wan Khairuddin Wan Idris membenarkan kejadian tersebut, menambahkan bahwa tersangka telah ditahan dan sedang diselidiki berdasarkan Pasal 376 KUHP dan 377C KUHP. 

(*)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved