Konflik Manusia vs Buaya Di Belitung Timur, Edi Diserang Buaya Saat Mencari Timah
Korban bernama Edi Pradesa, dilaporkan diserang buaya di Bendungan PICE, Kecamatan Gantung, Belitung Timur
BABELNEWS.ID-- Seorang warga Beltim dikabarkan diterkam seekor buaya, Minggu (13/6/2021) sekitar pukul 05.30 WIB.
Korban bernama Edi Pradesa, dilaporkan diserang buaya di Bendungan PICE, Kecamatan Gantung, Belitung Timur.
Edi dikabarkan diserang buaya dari belakang.
Ia diserang buaya saat hendak mencari timah sekitar Bendungan PICE, Belitung Timur.
Camat Gantung Yusmawandi mengungkapkan kronologinya Edi ingin melimbang timah di sekitar Bendungan Pice Gantung.
Lalu tiba-tiba Edi diterkam buaya dari arah belakang.
"Tadi buaya sempat timbul ke permukaan sungai di bawah Jembatan Gantung. Buaya berukuran sekitar empat sampai lima meter," kata Yusmawandi.
Dari pantauan di lapangan, buaya tersebut muncul ke permukaan dengan diduga membawa potongan tubuh manusia yang diperkirakan itu adalah jasad Edi.
Saat ini Tim SAR Gabungan tengah berusaha mencari keberadaan jasad Edi dan membawanya ke daratan.
Posbelitung.co (bangka pos grup) akan meng-update perkembangan peristiwa ini dari waktu ke waktu.
Kronologis dan perkembangan pencarian korban
Wartawan Posbelitung.co (Bangka Pos Group), Bryan Bimantoro melaporkan langsung dari lokasi kejadian.
Dilaporkan, korban Edi diterkam buaya saat ingin mencari timah di sekitar Bendungan PICE, Belitung Timur.
Edi Pradesa kemudian diterkam buaya yang diperkirakan berukuran 4-5 meter dan diseret ke tengah.
Tim pencarian terus berupaya mencari korban.
Buaya dilaporkan sempat muncul di tengah Sungai Lenggang, sungai yang menampung aliran dari Bendungan PICE.
Baca juga: Buaya Mangsa 80 Orang Terjerat Perangkap, Reptil Berusia 75 Tahun, Diintai Selama 7 Hari 7 Malam
Buaya dilaporkan sempat muncul dan membawa sesuatu yang disebut mirip potongan kaki manusia.
Buaya juga sempat tampak saat Bryan menayangkan langsung video upaya pencarian.
Buaya kemudian menghilang.
Edi Pradesa menambah panjang daftar korban konflik manusia vs buaya di Belitung Timur.
Baca juga: Rekaman Video Buaya Seret Mayat Manusia Terekspos ke Publik, Petugas Temukan Fakta Ini
Ini diketahui adalah serangan buaya kedua dalam sebulan terakhir ini saja.
Sebelumnya, buaya juga menyerang warga pada akhir Mei 2021 lalu.
Korban selamat setelah memberikan perlawanan.
Kejadian sebelumnya, Dadang (54) seorang warga di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung berduel dengan buaya sepanjang empat meter yang menerkamnya.
Ia berhasil dilepaskan setelah mencongkel mata sang reptil ganas tersebut.
Dadang selamat.
Meski demikian, kaki telapak kaki hingga setengah pahanya harus terluka.
Posbelitung.co (bangkapos.com group) menyambanginya di ruang perawatan RSUD Belitung Timur, Senin (31/5/2021).
Dadang (54) terlihat tengah tertidur dengan kaki kanan dibungkus perban rapat dari telapak kaki hingga setengah pahanya.
Kaki kirinya terlihat tidak ada luka namun di ujung-ujung kuku kakinya hingga beberapa area telapak kakinya terlihat banyak darah kering.
Tampak beberapa luka lecet di bagian tubuh lainnya.
Dia baru saja melakukan operasi pemasangan pen pada kaki kanannya karena patah setelah bergulat dengan buaya tidak jauh dari rumahnya di Pangkalan Perahu Perumahan Minapolitan, Desa Baru, Manggar, Belitung Timur pada Minggu (30/5/2021) pukul 19.00 WIB.
Istrinya bernama Maryani (55) terlihat sedih namun berusaha tegar.
Itu terlihat dari sorot matanya melihat suaminya tertimpa musibah seperti ini.
Dia bersyukur sekali karena suaminya masih bisa selamat dari ganasnya serangan buaya.
Kronologis
Maryani menceritakan awalnya Dadang ingin menyiapkan perahu untuk mencari nafkah keesokan harinya bersama temannya.
Namun, saat dia tengah menurunkan perahunya tiba-tiba dia disambar buaya.
Sontak dia teriak meminta pertolongan kepada temannya.
Mendengar teriakan Dadang, temannya yang tengah menyiapkan perahu di sisi lainnya langsung membantu.
Temannya memegang ekor buaya tersebut yang sudah membawa Dadang ke tengah sungai.
Sedangkan Dadang, menurut istrinya, sudah dalam kondisi memeluk buaya tersebut.
"Untuk mempertahankan diri, suami saya memukul-mukul buaya itu. Pertama kena jari, kemudian badan, lalu terakhir kena mata buaya.
Saat mencongkel matanya itulah, akhirnya dilepaskan dari buaya itu," kata Maryani yang mengatakan ukuran panjang buaya tersebut hampir empat meter dengan besaran lebih dari pelukan orang dewasa.
Maryani mengatakan sepengetahuannya tidak pernah suaminya menceritakan pernah melihat buaya di sekitar area tersebut.
Karena itu, saat tahu suaminya digigit buaya Maryani merasa kaget dan sedih.
Dia mengharapkan kepada pemerintah agar bisa mengantisipasi kejadian-kejadian seperti ini.
Maryani tidak ingin ada Dadang kedua yang menjadi korban keganasan binatang ini.
"Kalau bisa ditangkap supaya tidak membahayakan para nelayan lainnya. Karena di situlah tempat kami mencari makan dan penghidupan," harap Maryani.
(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Buaya yang Terkam Warga Gantung Belitung Timur Sempat Terlihat Membawa Sesuatu Mirip Potongan Tubuh,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/ilustrasi-buaya-3.jpg)