Breaking News:

Korban Terkaman Buaya di Beltim Sempat Melawan, Ahmad Sering Beri Makan dan Larang Ganggu Buaya

Juperi Ahmad, penjaga mesin air di rawa kompleks perusahaan di Desa Dukong, Simpang Pesak, Belitung Timur diduga diserang buaya, Jumat (18/6/2021).

Editor: El Tjandring
freepik.com
ilustrasi buaya 

Hal itu disampaikan rekan kerja korban yang juga mandor lapangan divisi pasir bangunan PT Belitung Sand Mining (BSM), Mustadi (43) kepada posbelitung.co, Sabtu (19/6/2021).

Mustadi mengatakan sering dimarahi oleh korban karena mengusir buaya saat muncul di permukaan.

"Sering marahin saya katanya mereka harus diberi makan biar tidak mengganggu. Sering dikasih makan anjing," kata Mustadi.

Mustadi menceritakan peristiwa ini awalnya ada empat orang yang berada di sekitar TKP yaitu di kolong dalam kawasan PT BSM, Desa Dukong, Simpang Pesak, Belitung Timur.

Namun tiga orang lainnya termasuk dirinya sudah pulang meninggalkan lokasi. Tinggal Jupri sendirian karena ia sempat bilang ke Mustadi ingin cuci tangan terlebih dahulu baru pulang.

Lalu setelah beberapa lama Jupri tak balik ke camp, Mustadi dan rekannya menyusul ke lokasi lagi.

Ternyata di lokasi sudah tidak ada orang hanya tinggal motor, dompet, ponsel, dan kartu identitas korban.

"Saat ke lokasi saya lihat ada semacam cakaran di tanah tepi kolong dekat lokasi. Jadi kemungkinan besar dia mencakar tanah tersebut saat ditarik ke dalam air," kata Mustadi.

Kepala Desa Perawas Yahya membenarkan bahwa korban hilang atas nama Jupri Ahmad (53) di satu perusahaan yang ada di Desa Dukong, Kecamatan Simpang Pesak adalah warganya.

"Iya itu memang warga kami, yang bertempat tinggal di RT 18, kami juga baru saja mendapatkan informasi tersebut," ungkap Yahya kepada posbelitung.co, Sabtu (19/06/2021).

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved