Penjaga Mesin Air di Gantung Diduga Diterkam Buaya

Seorang penjaga mesin air di rawa kompleks perusahaan di Desa Dukong, Simpang Pesak, Belitung Timur diserang buaya.

Editor: Agus Nuryadhyn
Ist/Humas Basarnas Belitung
Suasana evakuasi pencarian korban diduga diterkam buaya di Desa Dukong, Simpang Pesak, Sabtu (19/6/2021). 

BABELNEWS.ID-- Seorang penjaga mesin air di rawa kompleks perusahaan di Desa Dukong, Simpang Pesak, Belitung Timur diserang buaya.

Konflik antara manusia dan buaya di Belitung Timur, kembali terjadi.

Duka yang dirasakan keluarga Edy Pradesa (42) warga Lenggang, Gantung karena terkaman buaya belum usai, namun saat ini peristiwa tragis ini terjadi lagi.

Dilansir Posbelitung.co, (grup BABELNEWS.ID), Sabtu (19/6/2021), Danpos SAR Basarnas Belitung Rahmatullah Hasyim mengatakan korban bernama Juperi Ahmad (53) warga Kelurahan Perawas, Tanjungpandan.

Rahmatullah menyebutkan peristiwa terjadi pada Jumat (18/6/2021) pukul 18.40 WIB lalu.

Awalnya mandor di perusahaan bernama Eli melihat korban tidak berada di tempat.

Ia menunggu mesin air lebih dari satu jam, karena merasa aneh, Eli langsung melapor ke kadus dan kades tentang kejadian tersebut.

Setelah dilaporkan kemudian warga setempat, Polsek Dendang, BPBD Beltim, Tagana, Basarnas, dan TNI AL langsung mencari keberadaan korban.

Di lokasi kejadian ditemukan motor, dompet, ponsel, dan identitas korban,

"Menurut informasi karyawan di perusahaan itu sering melihat buaya besar timbul dan berjemur di pinggir rawa tersebut," kata Rahmatullah.

ILUSTRASI: Suasana pencarian korban diterkam buaya di Sungai Manggar, Kamis (1/4/2021).
ILUSTRASI: Suasana pencarian korban diterkam buaya di Sungai Manggar, Kamis (1/4/2021). ((Posbelitung.co/Dok))

Baca juga: Buaya Mangsa 80 Orang Terjerat Perangkap, Reptil Berusia 75 Tahun, Diintai Selama 7 Hari 7 Malam

Sebelumnya, konflik manusia dengan buaya di Belitung Timur pasti terjadi setiap tahunnya. Tahun 2021, sedikitnya ada empat peristiwa manusia diterkam buaya terjadi di Belitung Timur (Beltim).

Untuk mengurai hal tersebut, Bupati Belitung Timur, Burhanudin membuka pintu selebar-lebarnya kepada investor untuk berinvestasi di bidang penangkaran buaya.

Ditemui wartawan belum lama ini, dia mengaku bahwa pemerintah daerah tidak sanggup jika harus membangun penangkaran buaya sendiri karena biayanya mahal.

Ia memandang bahwa ketika nanti sudah ada penangkaran buaya maka bisa dijadikan tempat wisata edukasi baru di Belitung Timur atau bisa juga dimanfaatkan untuk bidang industri dari sisi kulit buayanya.

Burhanudin menilai konflik manusia vs buaya ini terjadi karena masalah lingkungan yang rusak di habitat buaya tersebut. Ia menganalogikan dengan rumah manusia jika diusik maka bakal melawan.

"Kalau rumah kita diusik kan pasti kita terganggu. Soal ini harus dibicarakan dengan BKSDA Babel, akan kami undang khusus untuk membahas konservasi hewan melata ini," kata bupati. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sampai berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian korban diduga diterkam buaya. 

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Artikel ini telah tayang di PosBelitung.co dengan judul BREAKING NEWS Diduga Hilang Diterkam Buaya, Tim Gabungan Cari Keberadaan Penjaga Mesin, 

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved