Breaking News:

Buaya Muara Dievakuasi dan Diserahkan ke BKSDA, Dipelihara Sejak Kecil Oleh Purnawirawan TNI

Selama dipelihara, buaya tersebut hidup berdampingan dengan hewan ternak seperti ayam, burung, bebek dan sejenisnya di lingkungan warga sudah biasa

Editor: Agus Nuryadhyn
Dok BKSDA Jateng
Buaya super besar ditangkap dari dalam rumah seorang warga di Solo 

Belum lagi kondisi kandang juga sederhana, hanya ditutup bangunan semi permanen berlapis lempengan drum bekas, bukan jeruji besi.

Dia mengaku telah memelihara buaya sejak dirinya pensiun dari TNI tahun 2001.

"Awalnya buaya itu kan gini, waktu di Indramayu, ada orang yang mau bangun masjid, kebetulan orang tersebut punya buaya kecil," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (25/6/2021).

Ia mengatakan, ada orang di Kabupaten Indramayu memiliki penangkaran buaya yang besar-besar.

"Mungkin anakan buaya itu hanyut di sungai yang mengalir ke bawahnya, kemudian ditemukan oleh orang tersebut," jelas dia.

Tampak Pawang Buaya, Mang Ademi (60) duduk di punggung buaya untuk mengikat tali agar buaya tidak mengamuk saat ditonton warga, Selasa (4/8/2020)
Tampak Pawang Buaya, Mang Ademi (60) duduk di punggung buaya untuk mengikat tali agar buaya tidak mengamuk saat ditonton warga, Selasa (4/8/2020) (bangkapos.com/Fery Laskari)

Baca juga: Penjaga Mesin Air di Gantung Diduga Diterkam Buaya

Baca juga: Gabungan Tim SAR Temukan Jasad Jupri, Meninggal Diduga Dimangsa Buaya

Karena pada dasarnya pihaknya pecinta hewan, kemudian buaya tersebut ditukarkannya dengan uang.

"Kemudian saya tukar uang, waktu tahun 2001 itu saya bayar Rp 1 juta," ujarnya.

Kemudian, karena purna tugas, akhirnya Warsidin memelihara buaya tersebut di rumahnya di Sambungmacan.

Kemudian, ia rawat dengan penuh kasih sayang hingga besar.

"Lama kelamaan saya senang, waktu itu juga dengar kabar berita, di kebun binatang Surabaya, ada buaya yang meninggal, apakah kurang makan?" jelasnya.

Warsidin ingin menantang dirinya, apakah dirinya mampu merawat buaya.

"Saya pelihara, saya kasih makan tertib dan teratur, akhirnya bisa hidup selama 20 tahun," kata dia.

Bahkan, Warsidin pun rela merogoh kocek dalam untuk membelikan makan buaya, yakni beberapa ekor ayam.

"Ya namanya senang, dibuat untuk dibelikan berapapun (ayam) kan ya senang, terakhir itu saya beli 6 ekor ayam besar-besar yang sudah mati," jelasnya.

Menurutnya, pelihara buaya hal yang paling mudah untuk dilakukan.

Bahkan, selama ini tidak berpengaruh ke lingkungan sekitar, karena dikandang dengan ketat.

"Yang penting itu makannya teratur, kandangnya juga harus kuat, saya buat kandangnya itu ukuran 3 x 2,5 meter, kuat itu pakai seng," terangnya.

Karena dikasih makan ayam mati, pihaknya hanya mengeluarkan uang sebanyak Rp 80.000 perbulan.

"Kalau makannya setengah bulan sekali, bisa dikasih 3-4 ekor, dalam sebulan ya kira-kira bisa habis Rp 80 ribu," tambahnya.

Baca juga: Buaya Terlilit Ban Kembali Muncul Ke Permukaan Sungai, Saat Berjemur Jadi Tontonan Warga

Baca juga: Perahu Pemancing Terbalik Diserang Buaya, Ayah Diseret Ke Sungai Belum Ditemukan

Alasan Dilepas

Warsidin mengaku, dirinya rela melepas buaya kenangannya karena pihaknya sudah tua.

"Pertama gini, saya sudah tua, ibu juga sudah tua, jadinya mulai was-was," kata dia.

Kemudian, selain itu banyak burung dara tetangga yang datang ke kandang buaya untuk minum.

"Ada burung dara yang suka minum di bagian kolam buaya, kan buaya suka sama burung dara, dia ikut lompat-lompat," ujarnya.

"Takutnya merusak kandang terus keluar, kalau tahunya siang nggak papa, kalau malam, kan berbahaya," tambahnya.

Meski berat melepaskan buaya kesayangan, Warsidin mengaku ikhlas demi keselamatan bersama.

"Saya sayang betul itu, saya rawat dari kecil hingga besar, teratur makannya, sekarang katanya dibawa ke Semarang," ujarnya.

Karena ukuran buaya cukup besar, proses evakuasi berjalan dengan cukup lama hingga 1,5 jam.

Proses evakuasi dibantu oleh petugas dari BKSDA, kepolisian dan koramil terdekat.

"Kalau mereka punya teorinya sendiri, tampar dikasih kolong, kemudian dia masukkan ke mulutnya, kemudian buaya terguling-guling, hingga semua badannya terikat," jelasnya.

Kemudian, buaya dimasukkan kedalam truk yang diangkat oleh 9 orang.

Baca juga: Buaya Raksasa Yang Meresahkan Masyarakat Ditangkap Pakai Umpan Bebek

Tetangga Takut

Tetangga Warsidin tak pernah berkeluh kesah meski bertahun-tahun hidup bertetangga dengan buaya di lingkungan Desa/Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen.

Salah satunya dirasakan Mehdi. Rumahnya hanya berjarak belasan meter dari lokasi buaya dipelihara.

"Antara takut dan tidak, tidaknya karena puluhan tahun tidak mengganggu orang," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (25/6/2021).

Diakui Mehdi, kadang merasa was-was jika sewaktu-waktu buaya yang kini seberat 3 kuintal tersebut keluar dari kandangnya.

"Takutnya, kalau tiba-tiba lepas dari kandang," singkatnya.

Mehdi sewaktu kecil, sering menengok buaya yang dipelihara pensiunan tentara tersebut.

"Dulu waktu saya masih kecil, sering menengok buayanya, tapi sekarang sudah nggak," jelasnya.

Bahkan Mehdi mengaku terkejut, lantaran ukuran buaya saat ini sudah sangat besar.

"Dulu masih kecil banget, kemarin lihat sekarang sudah gede banget," kata dia

Menurutnya, buaya tersebut tak banyak bertingkah, baik saat kecil hingga sekarang.

"(Buayanya) nggak ganas sih," aku dia.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com

Artikel ini telah tayang di TribunBatam.id dengan judul Warga Merinding Melihat Buaya Besar Ditangkap dari Dalam Rumah Warga,

Berita Populer
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved