Breaking News:

Tim Gabungan Amankan 19 Pekerja TI Ilegal, Penertiban di Kawasan Kolong Koboy Pangkalpinang

Adi menyebut pengaduan tersebut menjadi perhatian Kepala Polda Kepulauan Bangka Belitung Irjen (Pol) Anang Syarif Hidayat.

Editor: Agus Nuryadhyn
Ist/Satreskrim Polres Pangkalpinang
Tim gabungan menertibkan tambang pasir timah ilegal di kawasan Kolong Koboy, Kelurahan Air Mawar, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Selasa (13/7). 

BABELNEWS.ID -  Sebanyak 19 pekerja TI Ilegal berhasil diamankan oleh tim gabungan dalam operasi penertiban tambang inkonvensional (TI) di kawasan Kolong Koboy, Kelurahan Air Mawar, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Selasa (13/7/2021).

Selain itu, tim gabungan mengamankan barang bukti di antaranya lima unit mesin diesel, lima unit gearbox, lima unit ponton, lima meter selang ulir, 15 meter pipa monitor, dan sejumlah sepeda motor.

Tim gabungan terdiri atas Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung, Satreskrim Polres Pangkalpinang, Satsamapta Polres Pangkalpinang, dan Polsek Bukit Intan tersebut juga

Kepala Satreskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra mengatakan, penertiban dilakukan menyusul adanya pengaduan dari masyarakat mengenai aktivitas tambang timah di Kolong Koboy.

Adi menyebut pengaduan tersebut menjadi perhatian Kepala Polda Kepulauan Bangka Belitung Irjen (Pol) Anang Syarif Hidayat.

“Dan juga di Kota Pangkalpinang tidak ada izin usaha produksi tambang timah. Jadi bila ada kegiatan per­tambangan sudah pasti ilegal dan akan kami tindak tegas cepat atau lambat,” ujarnya.

Adi menyebutkan, dalam penertiban kemarin, tim gabungan menemukan lima unit ponton TI tower yang sedang beraktivitas. Kelima ponton itu masing-masing milik Af (38), warga Jalan Air Mangkok, Air Mawar, B (62), warga Air Mangkok, AJ (42), warga Air Mangkok, AY (52), warga Bukit Intan, dan A (56).

Dari ponton Af, kata Adi, tim mengamankan lima pekerja, ponton B tiga pekerja, ponton AJ tiga pekerja, ponton AY tiga pekerja, dan ponton A sebanyak lima pekerja. Penanggung jawab aktivitas tambang ilegal tersebut adalah Am (42), warga Jalan Air Mangkok.

Adi menambahkan, lokasi tambang merupakan lahan milik Ak (60), warga Air Mangkok. Penambang dibayar Rp 25 ribu per kilogram pasir timah.

Lebih lanjut, Adi menga­takan, hasil tambang itu dijual kepada Ac di Kayu Besi, Kecamatan Namang, Bangka Tengah, dan Ja, warga Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Kemudian, pasir timah tersebut dijual kembali ke sebuah perusahaan.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved