Tim Gabungan Amankan 19 Pekerja TI Ilegal, Penertiban di Kawasan Kolong Koboy Pangkalpinang

Adi menyebut pengaduan tersebut menjadi perhatian Kepala Polda Kepulauan Bangka Belitung Irjen (Pol) Anang Syarif Hidayat.

Editor: Agus Nuryadhyn
Ist/Satreskrim Polres Pangkalpinang
Tim gabungan menertibkan tambang pasir timah ilegal di kawasan Kolong Koboy, Kelurahan Air Mawar, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Selasa (13/7). 

Sebab jika tambang timah ilegal tak terkontrol, maka ancaman tidak hanya pada sektor lingkungan, tetapi ekonomi.

Menurut Komaidi, pemerintah pusat sebetulnya pernah menyoroti masalah tambang timah di Bangka Belitung.

“Saya kira merapikan pertambangan timah ini sudah dilakukan sejak era SBY, melalui proses clear and clean. Namun kenyataannya ini enggak sepenuhnya selesai, fakta di lapangan masih ada tambang ilegal,” katanya kepada Bangka Pos, Kamis (1/7).

Komaidi menyebutkan, idealnya penambangan ilegal harus ditindak. Namun, beberapa hal harus dipikirkan solusinya. Apalagi penambangan di Bangka Belitung melibatkan penambang rakyat.

“Karena kondisi ini sudah berjalan lama, harus ada payung hukum bagaimana ada solusi bagi aktivitas penambangan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Komaidi.

Dia menilai, jika tak dikelola secara baik, tidak menerapkan prinsip good mining practice (GMP), akan ada masalah serius ke depannya.

“Harus tegas dan ada solusi. Jangan ada pilih kasih dalam praktik-praktik seperti ini,” kata dia.

Komaidi menambahkan, praktik pertambangan yang baik akan menentukan keberlangsungan bisnis pertambangan timah di Bangka Belitung.

Ia berkaca kepada sejumlah daerah yang mempunyai masalah yang mirip dengan Bangka Belitung. Risiko ekonomi seperti menurunnya daya beli akan jadi ancaman jika pertambangan selesai.

“Kita bisa belajar dengan sejumlah daerah, misalnya seperti di Bontang, ketika LNG Badak tidak jalan, ekonomi masyarakatnya sangat terpengaruh. Jangan sampai terjadi di Bangka Belitung. Pertambangan pasti habis, pemerintah daerah dan pusat harus memikirkan sektor jasa dan pertanian atau sektor lain yang bisa menopang ekonomi,” tutur Komaidi.

Lebih lanjut, ia mengatakan, masalah lainnya yang juga paling berbahaya adalah tanggung jawab terhadap lingkungan. Menurutnya, penambangan ilegal sangat berbahaya terhadap kelestarian lingkungan.

“Siapa yang bertanggung jawab, semuanya. Karena tidak mungkin cuma menyalahkan perusahaan yang membeli timah dari tambang ilegal, pengawas­an yang terlalu longgar menyebabkan hal ini,” ujar Komaidi.

Komaidi Notonegoro adalah ahli ekonomi energi dan perencanaan fiskal-keuangan negara. Sementara itu, ReforMiner Institute adalah lembaga riset independen untuk bidang ekonomi energi dan pertambangan. ((ynr/tea)

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Belasan Pekerja Tambang Pasir Timah Ilegal Diamankan, Aktivitas di Kolong Koboy Pangkalpinang,

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved