Breaking News:

Kapan Belajar Tatap Muka Siswa SD SMP Pangkalpinang Dimulai? Ini Jawaban Kadindik dan Tanggapan Ortu

Belum ada kepastian kapan belajar tatap muka di Pangkalpinang benar-benar bisa dilaksanakan. Pendapat orangtua terbelah, bagaimana menurut Anda?

Editor: Dedy Qurniawan
Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI BELAJAR TATAP MUKA - Sejumlah murid saat menjalani uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap dua di SDN Malaka Sari 13 Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (9/6/2021). Dinas Pendidikan DKI Jakarta menggelar uji coba pembelajaran tatap muka tahap 2 yang diikuti 226 sekolah salah satunya SDN Malakasari 13. Siswa yang ikut belajar tatap muka yang digelar pada pukul 07.00-09.00 WIB hanya 50% dari kapasitas. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -  Pelaksanaan belajar tatap muka secara normal di sekolah SD hingga SMP di Pangkalpinang diperpanjang hingga 9 Agustus 2021.

Perpanjangan ini seiring dengan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level III dan IV di sejumlah daerah hingga tanggal 9 Agustus 2021 mendatang.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung Eddy Supriadi.

Kata dia, penundaan belajar tatap muka ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan yang dibawahkan Dindikbud Pangkalpinang mulai dari Paud/TK/RA, SD/MI dan SMP/MTs negeri maupun swasta hingga pendidikan non formal seperti khursus dan bimbingan belajar (Bimbel).

"Sesuai arahan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo Pangkalpinang tetap level III serta mempertimbangkan kondisi penyebaran Covid-19 di Kota Pangkalpinang semakin meningkat. Jadi, PTM tidak boleh dilakukan," kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (3/8/2021).

Eddy menuturkan, pihaknya saat ini tengah melakukan pengawasan terhadap sekolah negeri maupun swasta yang masih nekat melakukan PTM di sekolah.

Apabila nantinya didapati ada satuan pendidikan yang tetap melakukan aktivitas belajar mengajar di sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tak segan-segan untuk menindak tegas.

"Kita akan peringatkan untuk menghentikan PTM. Kalau nantinya tetap dilakukan kita akan beri surat teguran hingga sanksi administratif," tegas Eddy.

Meskipun demikian, kata Eddy, pihaknya juga masih mencari formula agar pembelajaran dalam jaringan atau daring tak membosankan sehingga tidak menjadi beban bagi peserta didik sampai orangtua siswa.

Selain itu, ditengah pandemi Covid-19 kesehatan dan keselamatan siswa lebih penting dibandingkan dengan mengejar target kurikulum pendidikan.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved