Breaking News:

Calon Penumpang Pesawat Terbang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Surat PCR Palsu

Kasus tersebut dilaporkan Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa, Kamis (5/8/2021).

Editor: Agus Nuryadhyn
Dokumentasi Bangka Pos
Ketua Sekretariat Puskodalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa 

Ia menjelaskan dari keterangan Z, surat tersebut diperoleh dari rekannya melalui email dengan harga Rp500 ribu. "Setelah itu dicetak oleh yang bersangkutan," jelasnya.

Budi memastikan pihaknya terus mendalami dan mengembangkan kasus tersebut. Termasuk memanggil dan meminta keterangan sejumlah pihak. "Nanti terus kami dalami, kami juga akan memanggil pihak terkait lainnya," katanya.

Sebelumnya, Kepala Humas Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Kota Pangkalpinang, Faizalliza Alimin memastikan tidak pernah mengeluarkan hasil surat swab PCR kepada Z, warga asal Jawa Barat.

Hal ini disampaikan setelah Z diduga melakukan pemalsuan surat hasil PCR yang berlogo RSBT Pangkalpinang di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Kamis (5/8/2021) siang.

Faizalliza mengatakan setelah dibandingkan, surat keterangan yang dibawa Z sangat berbeda dengan surat keterangan yang dikeluarkan oleh pihak RSBT.

"Perlu kami sampaikan format aslinya tidak seperti itu, sangat berbeda, dan perlu kami tegaskan kami tidak mengeluarkan surat PCR tanpa ada tanda tangan dokter dan stempel dari rumah sakit, dan dokumen yang kami keluarkan selalu berwarna, bukan hitam putih," ungkap Faizalliza, Jumat (6/8).

Pihaknya juga memastikan tidak ada pegawai internal yang mencetak surat keterangan palsu tersebut. "Kemarin ada indikasi ada tidak orang yang dari dalam mencetak, dalam hal ini kami tegaskan tidak ada yang bermain seperti itu, kalaupun ada dan ditemukan seperti itu silakan diproses hukum dan sanksinya buat karyawan tersebut adalah pemecatan," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang, dr Bangun Cahyo Utomo, mengatakan, penggunaan surat PCR yang diduga palsu tersebut terjadi di Bandara Depati Amir, Rabu (4/8/2021).

Waktu itu, seorang wanita calon penumpang pesawat terbang hendak berangkat dari Pangkalpinang menuju Jakarta.

"Awalnya, petugas kami curiga dengan kevalidan surat PCR yang penumpang itu punya," kata Bangun.

Kemudian, pihaknya melakukan pengecekan ke sebuah rumah sakit di Pangkalpinang dan diketahui bahwa nama wanita tersebut tidak terdata. Setelah sang wanita diamankan, kasus dugaan pemalsuan surat PCR itu diserahkan kepada Satgas Percepatan Penanganan Covid‑19 Babel.(*)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved