Apa Itu Flu Babi Afrika? Penyakit yang Tewaskan 6695 Babi Secara Massal di Kabupaten Bangka

Populasi ternak babi di Kabupaten Bangka hanya tinggal 10 % saja diduga akibat wabah flu babi Afrika ini. Berbahayakah flu babi Afrika bagi manusia?

Penulis: Dedy Qurniawan | Editor: Dedy Qurniawan
Kompas.com
Ilustrasi Flu Babi Afrika 

"Kejadian ini sudah dilaporkan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan kemarin juga ada tim dari Dinpanpertan Bangka dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  serta surveilans dari Balai Verteliner Lampung turun ke lapangan mengambil sampel darah dan organ tubuh babi yang mati di Desa Rebo, Merawang dan Deniang," kata Elius Gani.

Apa Itu Flu Babi Afrika?

Jangan salah,  flu babi Afrika tidak sama dengan flu babi.

Flu babi Afrika adalah penyakit yang disebabk virus dan menyerang hewan babi, baik babi hutan yang liar maupun babi lokal di peternakan.

Mengutip alodokter.com, virus flu babi Afrika ini tidak menular ke manusia.

Sesuai namanya, penyakit ini hanya menyerang Babi

Di Indonesia, kasus wabah flu babi Afrika dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah.

Pada 2020 silam, sebanyak 6.919 ternak babi di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), mati akibat flu babi Afrika (ASF).

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Belu Nikolaus Umbu Birri mengatakan, ribuan babi yang mati itu tersebar di seluruh kecamatan di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste itu.

"Jumlah ternak babi 6.919 yang mati tersebut milik 1.772 orang peternak," ungkap Nikolaus saat dihubungi Kompas.com, Kamis (16/7/2020) malam.

Jumlah kematian ternak babi itu tercatat sejak Januari hingga pertengahan Juli 2020. Menurut Nikolaus, tak ada lagi ternak babi yang mati beberapa dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas Peternakan Belu itu menyebut, Februari dan Maret merupakan periode puncak kematian ternak babi di Belu.

Nikolaus mengatakan, kasus kematian babi tersebut telah dilaporkan ke pemerintah pusat.

Ia berharap para peternak segera mendapatkan bantuan untuk mengantisipasi penyebaran virus ASF.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved