Apa Itu Flu Babi Afrika? Penyakit yang Tewaskan 6695 Babi Secara Massal di Kabupaten Bangka

Populasi ternak babi di Kabupaten Bangka hanya tinggal 10 % saja diduga akibat wabah flu babi Afrika ini. Berbahayakah flu babi Afrika bagi manusia?

Penulis: Dedy Qurniawan | Editor: Dedy Qurniawan
Kompas.com
Ilustrasi Flu Babi Afrika 

Di Jerman

Di Jerman pada Kamis (10/9/2020) mengonfirmasi kasus pertama flu babi Afrika.

Para ilmuwan menemukan flu babi ini pada babi hutan yang mati di dekat perbatasan Jerman-Polandia di timur negara bagian Brandenburg, kata Kementerian Pertanian Jerman yang dikutip kantor berita AFP.

Flu babi Afrika sempat mewabah di negara-negara Asia pada 2018-2019 seperti Korsel, Korut, China, Vietnam, Filipina, dan Indonesia.

"Sayangnya, kecurigaan itu sudah terkonfirmasi," ucap Menteri Pertanian Julia Kloeckner, setelah tadi malam menguji hewan yang mati itu.

Kasus pertama flu babi ini dapat mengancam perdagangan daging babi di sana, dikarenakan "Negeri Bir" tersebut adalah produsen daging babi terbesar di Eropa.

Produksinya sekitar 5 juta ton setiap tahun.

Flu babi Afrika termasuk mematikan di golongan babi hutan dan babi domestik, juga sangat menular tapi tidak berbahaya bagi manusia.

Beberapa negara termasuk China mewajibkan impor dari negara-negara yang bebas flu babi.

Daging babi dari Jerman baru-baru ini mengalami lonjakan permintaan dari China, setelah wabah flu babi di "Negeri Panda" menyebabkan jutaan babi dibunuh. (*)

(Kompas.com/Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved