Breaking News:

Kisah Wulan, Bocah SD yang Memulung Demi Kuota dan Beli Hp Baru untuk Sekolah, Kini Dapat Hp Baru

Kisah Wulan, Bocah SD yang Memulung Demi Kuota dan Beli Hp Baru untuk Sekolah, Kini Dapat Hp Baru

Editor: Teddy Malaka
Bangkapos.com/Edwardi
Wulandari sambil membonceng adiknya rajin bekerja mencari barang-barang bekas untuk dijual kembali. 

BABELNEWS.ID -- Kisah Wulan, seoang bocah SD di Sungailiat Bangka, yang memulung barang bekas untuk beli kuota agar bisa belajar online, kini viral. Sejumlah pihak pun turut membantu Wulan.

Hampir setiap hari, baik pagi maupun sore hari seorang anak perempuan bertubuh kurus sambil membonceng seorang balita perempuan (adiknya, red) duduk di belakangan boncengan sepeda mininya sambil membawa kantong dari karung di sisi kiri dan kanan boncengan  sepedanya terlihat menyusuri Jalan Jenderal Sudirman Sungailiat hingga ke arah perkantoran Pemkab Bangka.

Kadang sesekali mereka berhenti di pinggir  jalan untuk beristirahat, sedangkan sang Kakak terlihat mengeluarkan bekal makanan yang dibawanya dari keranjang depan sepeda mini yang dinaikinya. 

Sang kakak dengan cekatan dan kasih sayang menyuapi adiknya makan dan minum meskipun duduk di tepi jalan sambil betcengkrama.

Dialah sosok Wulandari (11), siswi kelas 5 SDN yang hampir setiap hari bekerja mencari barang-barang bekas, seperti botol-botol air mineral, buku-buku dan barang lainnya dari rumah ke rumah warga ataupun dari tempat sampah ke tempat sampah.

Baca juga: Wanita di Tegal Lahirkan Bayi Berkepala Dua, Ibunya Selama, Bayi Dalam Perawatan Khusus Medis

Baca juga: Fortuner Berplat Dinas Polisi Ugal-Ugalan, Dikejar Malah Lawan Arah, Dua Mobil Ditabrak Lalu Kabur

Baca juga: Siswi SD Berprestasi di Sungailiat Memulung Bantu Ayah dan Agar Bisa Beli Paket Buat Belajar Online

Di saat kebanyakan  anak-anak seusianya asyik bermain, Wulandari memilih bekerja membantu orangtuanya untuk mencari biaya hidup sehari-hari.

Meskipun demikian Wulandari tetap rajin bersekolah, walaupun saat ini siswa kelas 5 SDN ini sedang belajar daring dari rumah, karena KBM tatap muka saat ini dihentikan karena tingginya kasus Covid-19 di Kabupaten Bangka.

"Saya masih sekolah om, kelas 5 SD, sekarang belajar daring pakai hp tapi hp saya sering eror karena hp bekas yang dibeli seharga Rp200.000, kalau paket data saya beli yang Rp10.000 atau Rp20.000 cukup untuk 3 hari sampai 1 Minggu," ujar Wulandari kepada Bangkapos.com, Jumat (20/08/2021).

Wulandari mengaku tetap rajin belajar meskipun harus bekerja mencari barang-barang bekas untuk dijual guna mendapatkan uang demi membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Saya saat kelas 4 SD lalu dapat rangking 2 di kelas, saya bercita-cita ingin jadi dokter, tapi kendala saat ini hp saya sering error sehingga kesulitan juga sekolah daring ini," imbuh Wulandari.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved