Detik-detik Warga Permis Diterkam Buaya Saat Mukat, Hakim Minta Tolong Saat Diseret ke Tengah Laut

Detik-detik Warga Permis Diterkam Buaya Saat Mukat, Hakim Minta Tolong Saat Diseret ke Tengah Laut

Editor: Teddy Malaka
Gambar oleh TeeFarm dari Pixabay
Ilustrasi buaya -3 

Tetapi, data BKSDA Sumsel Wilayah Bangka menyatakan ada 24 kantong habitat yang tersebar di tiga kabupaten, yakni di Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, dan Bangka Selatan.

“Penelitian terkait populasi buaya di Pulau Bangka menjadi sangat penting, dan kami terbuka akan hal ini. Jika populasi dapat dihitung, akan diketahui apakah jumlah buaya sudah berlebihan atau justru terancam,” papar Septian.

Terkait konflik, BKSDA sedang menyusun konsep surat edaran kepada kepala desa yang wilayahnya terindikasi dekat habitat buaya. Isinya beupa imbauan, contact center, dan langkah yang harus ditempuh bila terjadi berkonflik.

“BKSDA Sumsel Wilayah Bangka bersama Alobi, Dinas Kehutanan, dan PT. Timah juga sedang mengupayakan penangkaran buaya untuk solusi jangka panjangnya,” terangnya.

Langka Sani, Ketua Yayasan Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa [PPS] Alobi Foundation Bangka Belitung, dalam diskusi terkait konflik buaya di Pulau Bangka yang diadakan welum lama ini menyatakan, setiap kali melakukan evakuasi buaya di lokasi dipastikan terdapat aktivitas penambangan timah yang masih aktif.

“Selain alih fungsi lahan yang menjadi perkebunan skala besar di hulu sungai, musim kawin pada bulan Agustus juga menjadikan buaya lebih agresif,” katanya.

Musim Kawin

Ketua Yayasan Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa Alobi Foundation Bangka Belitung, Langka Sani mengimbau masyarakat untuk waspada, sebab kemunculan buaya ini bukan kali pertama pada bulan September ini saja misalnya.

Sudah terhitung ada sekitar lima ekor buaya yang diserahkan ke Alobi Babel dari hasil tangkapan warga di daerah kabupaten Bangka dan Bangka Tengah.

"Dua hari berturut-turut ini ada serahan buaya ke kita. Pada minggu ini saja sudah ada tiga. Bahkan sebulan ada lima ekor," ungkap Langka saat dikonfirmasi Bangkapos.com.

Lebih lanjut, ia menjelaskan hal yang menjadi faktor buaya sering muncul akhir-akhir ini dikarenakan ekosistem atau habitat hidup buaya banyak tergangggu.

"Pertama, habitat dan aliran sungai banyak rusak dikarenakan ahli fungsi kawasan. Kedua, saat ini adalah masuk musim kawin buaya rata-rata pada bulan September-Desember, maka tingkah laku buaya lebih agresif," kata Langka.

Indonesia yang memiliki banyak rawa dan sungai ternyata menjadi habitat yang tepat untuk buaya.

Setidaknya, ada tiga jenis buaya yang hidup di Indonesia. Apa saja, ya, buaya yang ada di Indonesia?

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved