Breaking News:

Berawal Main Arisan dengan Cewek, Mahasiswa Pangkalpinang Ini Malah Jadi Terdakwa Kasus ITE

Berawal Main Arisan dengan Cewek, Mahasiswa Pangkalpinang Ini Malah Jadi Terdakwa Kasus ITE

Editor: Teddy Malaka
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Ilustrasi borgol 

Selain Chairil, sore itu sidang yang dipimpin ketua majelis Hakim Hotma tersebut, juga dihadiri Ria dan beberapa saksi lainnya.

Sidang perdana tersebut juga dihadiri JPU Kejari Pangkalpinang, Effendi.

Chairil, tak menyangka postingannya tersebut justru menjadi persoalan bagi dirinya.

Terlebih, uang arisan yang semestinya ia peroleh tak kunjung dibayarkan Ria.

Padahal, setiap bulan Chairil, selalu membayar uang arisan yang dibandrol Rp 500.000 perbulan dan telah di bayar kurang lebih enam hingga tujuh kali.

"Saya tidak kepikiran sampai ke situ (dilaporkan), saya nilai dia (Ria-red) benar mencuri, karena membawa kabur uang arisan yang saya bayar.

Tiap bulan lima ratus ribu, sudah dibayar sekitar enam atau tujuh Kali.

Uang itu sengaja saya sisihkan untuk persiapan skripsi.

Karena uangnya tidak kunjung ada, terpaksa gadai motor," kata Chairil di Pengadilan Pangkalpinang, Selasa (21/9/2021) sore.

Kekhawatiran Chairil semakin menjadi jadi, ketika mendapat kabar dari dosen pembimbing jika tahun ini menjadi dead line dirinya menyudahi skripsi.

Pasalanya, tahun ini menjadi tahun ketujuh dirinya mengenyam bangku kuliah.

"Skripsi ini tidak bisa ditunda lagi, karena ini sudah tahun ke tujuh saya kuliah, kalau gak diselesaikan tahun depan di Drop Out (Do).

Memang sudah lama, karena kemarin saya sempat kerja di Belitung, berhenti karena mau nyelesaikan skripsi ini,"bebernya.

Berbagai upaya dilakukan Chairil, memperoleh haknya.

Mulai dari menghubungi nomor telepon Ria, mesengger, hingga mendatangi kontrakan Ria, di kawasan Bukit Merapin, namun tak kunjung ada kejelasan.

"Sudah ditelepon, mesengger, Wa, tapi tidak direspon respon.

Susul ke kontrakan keluarganya bilang sudah pindah gak tahu kemana. makanya saya posting di forum itu. Tak lama dari saya posting itu, baru dia (Ria-red) ada responnya," beber Chairil.

Sebelumnya, Chairil juga sempat memberi opsi kepada Ria, agar membayar uang arisan sesuai nomilan yang telah ia setorkan. Namun, hal tersebut lagi lagi tidak mendapat respon dari sang owner.

"Sempat saya bilang, bayar aja yang sudah saya setor itu, harusnya kan full 10 orang jadi uangnya sekirat lima jutaan, cuma saya minta ke dia (Ria) kembalikan saja yang sudah saya bayar, tapi tidak ditanggapi juga,"pungkasnya.

Sementara, Ria menepis dirinya sengaja menilep uang arisan milik Chairil.

Dirinya, berdalih tak bisa merespon telepon dari Chairil, lantaran telepon selulernya tengah rusak.

"Bukannya saya tidak menjawab, tapi waktu itu hp saya sedang rusak dan tengah di perbaiki," kata Ria.

Namun, Ria tak menampik jika dirinya belum membayar uang arisan Chairil.

Alasanya, uang arisan yang disetorkam Chairil tiap bulan tersebut ditilep owner yang diatasnya lagi.

"Bukan tidak mau bayar, cuma uang itu juga dibawa owner yang diatas saya.

Cuma saya masih punya etikad baik, sempat saya bilang mau saya cicil,"bebernya.

#Bersedia Damai Asal Ganti Rugi Rp 20 Juta

Sebelum sampai ke meja hijau, penyidik Sat Reskrim Polres Pangkalpinang, telah berulang kali memberi ruang mediasi kepada Chairil dan Ria.

Bahkan, menurut Chairil, mediasi tersebut telah berlangsung tiga kali, namun tak kunjung ada kata sepakat.

Chairil mengaku, sebelumnya sang owner arisan Ria, mau berdamai.

Dengan catatan membayar uang ganti rugi sebesar Rp 20 juta.

"Kalau mediasi sudah tiga kali, kemarin waktu kami dipanggil di Polres dia (Ria) mau damai, cuma minta ganti rugi 20 juta, katanya untuk biaya pulang pergi, makan dari  Muntok - Pangkalpinang,.

Di mana saya dapat uang sebanyak itu," tutur Chairil. (Bangkapos.com / Anthoni Ramli)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved