ABG Asal Cianjur Dipaksa Mami di Bangka Berkencan Tarif Rp 300 Ribu, Layani Dua Pria Tiap Malam

Jajaran Polres Bangka membongkar praktik prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur di eks Lokalisasi Sambung Giri (SG), Merawang.

Penulis: Deddy Marjaya | Editor: El Tjandring
tribun jatim
ilustrasi praktik prostitusi 

Apalagi dua dari tiga anak buahnya tidak memiliki identitas.

Dirinya baru empat hari memperkerjakan ketiganya setelah ditawari pemilik wisma lain.

Wisma yang ia kelola juga bukan miliknya tapi milik calon suaminya.

"Itukan ada dua KTP milik PSK lama yang tertinggal di wisma jadi saya kasih mereka untuk identitas," kata Ida Rosida.

Tarif Rp 300 Ribu

Meski baru beberapa hari dipekerjakan di wisma yang dikelola oleh Ida Rosida, LL mengakui sudah beberapa kali melayani pria hidung belang.

Anak perempuan di bawah umur ini mengaku bertarif Rp 300.000 untuk short time.

"Kalo short time tiga ratus pak kalo nginep nego lagi," kata LL

LL mengaku ia mulai masuk di SG sekitar dua pekan lalu.

Awalnya bekerja di Wisma lain sebagai PSK.

Namun pemilik wisma kerap memaksa melayani tamu dalam kondisi apapun.

Sehngga hanya berkerja di wisma tersebut selama 10 hari.

Kemudian empat hari lalu diajak pindah ke Wisma Sekate yang dikelola oleh Ida Rosita.

Selama empat hari berkerja ia rata rata melayani tamu dua orang tiap malamnya.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved