Breaking News:

ABG Asal Cianjur Dipaksa Mami di Bangka Berkencan Tarif Rp 300 Ribu, Layani Dua Pria Tiap Malam

Jajaran Polres Bangka membongkar praktik prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur di eks Lokalisasi Sambung Giri (SG), Merawang.

Penulis: Deddy Marjaya | Editor: El Tjandring
tribun jatim
ilustrasi praktik prostitusi 

Namun tim Kelambit tetap membawa keempat perempuan tersebut ke Porles Bangka untuk diinterogasi lebih dalam.

"Baru kerja 4 hari pak di Wisma Sekate sebelumnya di Wisma Sedap Malam 10 hari kami bertiga dari Cianjur," kata LL yang wajahnya masih tampak kekanak-kanakan itu.

Identitas Palsu

Polisi mencurigai kartu identitas dari tiga perempuan muda itu palsu.

Dan akhirnya terungkap saat anggota PPA Sat Reskrim Polres Bangka mengecek NIK KTP petang ternyata tidak terdaftar.

"Ini memperkuat dugaan mereka di bawah umur KTP yang dipegang tidak terdaftar dan wajah di KTP tidak sama," kata Kasat Reskrim AKP Ayu Kusuma Ningrum.

Selain itu, LL salah seorang sempat kebingungan saat diminta menyebutkan tanggal lahirnya sesuai KTP yang dipegangnya.

Awalnya LL sempat lancar menyebutkan nama di KTP yang tertera memilki marga salah satu suku.

LL langsung terdiam saat diminta berbicara bahasa marga yang tertera.

LL juga tampak mulai gugup dan salah menyebutkan tanggal lahir.

Anggota Unit PPA Sat Reskrim Polres Bangka meminta keterangan PSK di bawah umur yang dipekerjakan di Wisma eks Lokalisasi Sambung Giri Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Kamis (23/9/2021).
Anggota Unit PPA Sat Reskrim Polres Bangka meminta keterangan PSK di bawah umur yang dipekerjakan di Wisma eks Lokalisasi Sambung Giri Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Kamis (23/9/2021). (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Setelah terus dicerca petugas PPA Sat Reskrim Polres Bangka barulah ia mengaku KTP tersebut pemberian pengelola wisma saat mulai bekerja di sana.

"Nama saya aslinya LL pak itu KTP dari mami kalo umur saya 17 lebih pak," kata LL mengaku

Sementara DS mengaku KTP yang ia pegang memang milik sendiri yang ia buat di Cianjur.

Namun DS terdiam saat dikatakan telah dicek NIK di KTP tidak terdaftar.

"Dak tau pak itu KTP saya buat di kecamatan tempat tinggal saya," kata Ds.

Sementara Ida Rosita pengelola Wisma mengakui dua KTP yang dipegangnya PSK tersebut ia berikan untuk mengelabui jika ada razia.

Apalagi dua dari tiga anak buahnya tidak memiliki identitas.

Dirinya baru empat hari memperkerjakan ketiganya setelah ditawari pemilik wisma lain.

Wisma yang ia kelola juga bukan miliknya tapi milik calon suaminya.

"Itukan ada dua KTP milik PSK lama yang tertinggal di wisma jadi saya kasih mereka untuk identitas," kata Ida Rosida.

Tarif Rp 300 Ribu

Meski baru beberapa hari dipekerjakan di wisma yang dikelola oleh Ida Rosida, LL mengakui sudah beberapa kali melayani pria hidung belang.

Anak perempuan di bawah umur ini mengaku bertarif Rp 300.000 untuk short time.

"Kalo short time tiga ratus pak kalo nginep nego lagi," kata LL

LL mengaku ia mulai masuk di SG sekitar dua pekan lalu.

Awalnya bekerja di Wisma lain sebagai PSK.

Namun pemilik wisma kerap memaksa melayani tamu dalam kondisi apapun.

Sehngga hanya berkerja di wisma tersebut selama 10 hari.

Kemudian empat hari lalu diajak pindah ke Wisma Sekate yang dikelola oleh Ida Rosita.

Selama empat hari berkerja ia rata rata melayani tamu dua orang tiap malamnya.

"Paling dua orang tiap malam pak ada juga pernah dak melayani karena tidak ada tamu sepi," kata LL.

LL mengaku dari uang Rp 300.000 yang didapat ia mendapatkan uang Rp 100.000.

Sedangkan sisanya dicatatkan dalam pembukuan. Selain Itu ia juga mendapatkan tip dari pelanggan.

"Kalo untuk saya langsung dikasih seratus ribu setiap pelanggan tapi juga kadang dapat uang tip," kata LL.

Sementera itu Ida Rosita membenarkan baru mempekerjakan ketiganya baru empat hari. Dirinya ditawari oleh pemilik wisma lain.

"Benar pak baru empat hari ini sebelumnya mereka di wisma lain," kata Ida Rosita.

LL satu dari tiga PSK yang sebelumnya bersikukuh berusia 17 tahun akhirnya mengaku baru berusia 14 tahun.

"Saya lahir tahun tahun 2007 pak sekarang baru 14 tahun," kata LL

Pengakuan LL ini menjadi bukti kecurigaan adanya PSK dibawah umur yang dipekerjakan terbukti.

Menurut Kanit PPA Sat Reskrim Polres Bangka Bripka Dian Plaza, dari 3 PSK yang diamankan baru 1 orang yang terbukti di bawah umur yakni LL yang masih berumur 14 tahun.

Sedangkan dua orang lainnya sudah berusia 18 tahun tidak masuk kategori di bawah umur.

Saat ini ketiga PSK masih berstatus saksi korban.

"Untuk tiga PSK satu berusia 14 tahun mereka semua berstatus saksi korban karena dipekerjakan sebagai PSK untuk mamimya juga masih kita mintak keterangan," kata Bripka Dian Plaza. (bangkapos.com/deddy marjaya)

Berita Populer
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved