Breaking News:

Jadi Kaya Gara-gara Jadi TKI, Gajinya Saja Capai Rp 30 Juta/bulan, Segini Gaji TKI di Jepang

Jadi Kaya Gara-gara Jadi TKI, Gajinya Saja Capai Rp 30 Juta/bulan, Segini Gaji TKI di Jepang

Editor: Teddy Malaka
pixabay.com
ilustrasi 

Sebagai gambaran, pekerjaan nurse dan careworker sendiri masuk dalam kategori jalur G to G dan G to P.

Upah minimum

Sementara apabila WNI yang bekerja di Jepang melalui skema swasta (P to P), maka gaji per bulan tergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan di sana.

Apabila mengacu pada regulasi dari Ministry of Health, Labour, and Welfare Jepang pada tahun 2019, gaji minimum pekerja rata-rata di sana adalah 901 yen per jam atau sekitar Rp 116.500 (kurs Rp 129).

Upah minimum berbeda-beda setiap prefektur. Tokyo memiliki upah minimum tertinggi yakni 1.013 yen atau Rp 131.100 per jam.

Sementara upah minimum teredah di Jepang yakni 790 yen atau Rp 102.300 per jam di Okinawa, Kahoshima, dan Miyazaki.

Aturan gaji minimum ini berlaku untuk semua pekerja di Jepang, baik warga lokal maupun pekerja asing.

Untuk beberapa sektor, pekerja asing diharuskan memahami Bahasa Jepang, sementara untuk sektor yang tidak memerlukan kemampuan Bahasa Jepang seperti sektor manufaktur dan perikanan. 

Potongan pajak dan asuransi

Gaji yang diterima per bulan nantinya juga akan dipotong untuk pajak penghasilan dan asuransi kesehatan.

Dikutip Ohayo Jepang Kompas.com, pajak yang dipotong dari total pendapatan per bulan.

Terdapat dua jenis pajak, yaitu pajak pendapatan (shotoku-zei) dan pajak tinggal (juumin-zei).

Mengikuti asuransi merupakan suatu keharusan penduduk yang tinggal di Jepang agar bisa mendapatkan keuntungan sosial.

Ada beberapa jenis asuransi sosial, seperti asuransi pekerja (koyou hoken) yang diberikan kepada karyawan yang di-PHK, asuransi kecelakaan kerja (rousai hoken) yang ditanggung pekerja seratus persen, dan asuransi kesehatan (kenkou hoken).

Selain asuransi, ada pula iuran pensiun. Sistem pensiun di Jepang berlaku untuk semua kalangan, baik bekerja di perusahaan swasta ataupun negeri.

Orang asing pun bisa menarik uang pensiun ini bila bekerja di Jepang lebih dari tujuh bulan.

Semua hal yang tertulis di atas merupakan persyaratan yang harus dimasukkan ke dalam kontrak sebelum bekerja, termasuk tunjangan lembur.

Prosedur, Tahapan, Cara dan Syarat Menjadi TKI

Dikutip dari tribunsumsel, agen biro PT Citra Karya Sejati cabang Ogan Komering Ilir (OKI), Isnaini menyebut, terdapat perbedaan proses keberangkatan calon TKI dan TKW (tenaga kerja wanita).

Pertama terletak pada jenjang/kriteria usia, dan ijazah terakhir yang dimiliki calon tenaga kerja.

"Jika TKI sendiri harus berusia minimal 18-25 tahun dan tamatan SMA sederajat, sedangkan untuk TKW boleh berusia mulai 21-40 tahun dan minimal tamatan SMA," ujarnya, Kamis (24/10/2019).

Persyaratan selanjutnya ialah persiapan dan kelengkapan dokumen.

Sebelum para calon tenaga kerja mendatangi perusahaan penyalur, maka mereka harus melengkapi formulir dan dokumennya.

"Saat para calon tenaga kerja datang ke kantor untuk melamar, pertama-tama para calon tenaga ini melengkapi formulir ketika mereka datang melamar. Untuk prosesnya itu tidak terlalu panjang kok,"

"Kemudian, mengurus dokumen seperti melengkapi surat keterangan dari desa, KTP, KK, Paspor setelah itu baru melakukan medikal cek up/cek kesehatan tubuh," jelasnya.

Sedangkan untuk TKW syarat dokumen nya tidak jauh berbeda dengan TKI hanya saja proses perekrutan yang cukup panjang.

Lebih lanjut Isnaini mengatakan, jika untuk TKI dan TKW juga berbeda jenis pekerjaan, ketika mereka dikirim ke luar negeri.

"Untuk TKI sendiri kebanyakan memang di khususkan bekerja di perusahaan-perusahaan yang memang menggunakan alat komputer.

Jika menjadi TKW pekerjaan disana nanti yaitu menjadi pengurus balita atau orang tua," pungkasnya.

Selanjutnya, masuk ke proses pelatihan para calon tenaga kerja.

Untuk TKI dan TKW, sebelum di kirim mereka mengikuti pelatihan terlebih dahulu sampai memiliki kemampuan mumpuni, terutama penguasaan bahasa di negara yang dituju.

"Karena jika TKW sendiri terdapat perlakuan khusus, seperti mereka diajarkan harus menguasai bahasa sesuai tujuan tempat bekerja, misal mau ke Hongkong diajarkan bahasa Hongkong, ke Singapura diajarkan bahasa Singapura,"

"Di perusahaan disiapkan guru yang akan mengajarkan mereka dan akan di bimbing selama 3 bulan lamanya, itu sesuai dengan individu masing-masing karena bila lebih cepat menguasai materi selama pelatihan, otomatis dia akan cepat tanda tangan kontrak dan di proses setelah itu menunggu visa turun selama 40 hari setelah syarat lengkap langsung dapat bekerja diluar negeri sesuai tujuan," terangnya.

Lebih lanjut Isnaini mengatakan, jika para calon TKW ini tidak fokus mengikuti pelatihan, atau lebih lama mengerti pelajaran yang didapat selama proses pelatihan, hal itu menyebabkan waktu yang ditempuh akan lebih lama lagi.

"Ya kalau calon TKW ini lama mengertinya pasti pelatihan juga akan bertambah lama, kira-kira hingga 5 bulan lamanya. Tetapi mereka akan tetap dibina hingga bisa dan bekerja di luar negeri," tuturnya.

Sedangkan dari segi biaya, setiap calon TKW yang telah mendaftar di perusahaan tidak sama sekali dikenakan biaya sepeserpun.

"Tidak ada, tidak dikenakan biaya sepeserpun. Bahkan biaya mengurus dokumen serta biaya di karantina akan di tanggung perusahaan," bebernya.

Sedangkan Calon TKI, jelas Isnaini selama di beri pelatihan mendapatkan pelayanan yang cukup memadai mulai dari tempat tidur, tempat masak serta perlengkapan lainnya.

"Selama pelatihan itu, seperti layaknya sekolah, dari jam 4 subuh mereka bangun mereka sudah di berikan bagian pekerjaan masing-masing, setelah itu diadakan senam, kemudian jam 8 ada kegiatan belajar bahasa yang dilakukan di kelas sesuai tujuan negara,"

"Setelah itu istirahat makan siang, siang hari akan di ajarkan bagaimana cara memakai barang elektronik belajar memasak, dan lain sebagainya dengan alat peraga yang ada," jelasnya.

Untuk para calon TKI ini, agar cepat menguasai bahasa, mereka disuruh menghapal setiap harinya minimal 10 sampai 20 kata dan akan di perkuat pada pertemuan selanjutnya.(*)

Berita Populer
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved