Ini Penyebab Kelangkaan BBM di Bangka Belitung Menurut Pemerintah, Intip Kuotanya per Kabupaten Kota

Simak penjelasan pemerintah mengenai penyebab kelangkaan BBM di Bangka Belitung hingga segini kuotanya per kabupaten kota

Editor: Dedy Qurniawan
teknik-otomotif.com
Ilustrasi bahan bakar minyak (BBM) 

"Sebenarnya masih efektif, soal kemarin terjadi kelangkaan solar itu, karena faktor droping solar ke SPBU di karenakan loading pengangkutan solar dari wilayah Sumatera ke kita. Sehingga terhambat, karena gelombang besar, faktor alam. Sehingga ketersedian di Pangkalbalam dan Belitung menipis dan dibagi tidak merata ke SPBU, biasanya 8 ton menjadi 5 ton, biasa 16 ton jadi hanya 4 ton," terangnya.

Dia menambahkan, akibat pasokan BBM jenis solar yang terganggu tersebut menjadi faktor terjadinya kelangkaan dan antrean panjang di SPBU beberapa waktu lalu.

"Maka kelihatan antrian panjang karena memang loading dari pertamina ke SPBU, disebabkan faktor alam, cuaca, sehingga barang terlambat masuk," ujarnya.

Selain dari kouta 174.336 Kiloliter pertahun, Doni mengatakan ada tambahan dari usulan gubernur sebanyak 40 metrikton.

"Ada tambahan atas usulan gubernur dapat sebesar 40 metrikton. Yang bisa diminta itu hanya solar bersubsidi," lanjutnya.

Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, mengatakan berkenaan kelangkaan BBM beberapa waktu lalu di Belitung disebabkan kebutuhan yang tinggi pada sektor pertambangan timah satu di antara faktor penyebabnya.

"Berkenaan kelangkaan BBM tingginya kebutuhan di sektor pertambangan. Nah, bukan hanya sektor pertambangan, sektor lain seperti pertanian juga sedang naiknya. Sehingga butuh juga bahan bakar untuk traktor, ekskavator dan lainya,"jelas Erzaldi.

Baca juga: Pemuda di Pangkalpinang Ini Curi Kabel AC Masjid, Bikin Lubang Bunker untuk Sembunyi dari Polisi

Dia menambahkan dengan kebutuhan yang tinggi terhadap BBM menjadikan peluang menambahkan jumlah BBM di Belitung.

"Artinya peluang harga yang bagus, ini harus memberikan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan BBM ini. Toh tidak merugikan juga. Saya sampaikan ke pemerintah, ini penting untuk kebutuhan mayarakat. Yang diberikan juga BBM bukan subsidi, tapi non subisidi,"terangnya.

Erzaldi, mengatakan untuk memastikan pasokan BBM di Belitung, dirinya telah  audiensi dengan General Manager (GM) Pertamina Marketing Operation (MOR) II Sumbagsel, bertempat di Hotel Arista, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (23/9/2021) lalu.

"Kami ingin memfasilitasi kenaikan untuk masyarakat agar dapat memberikan kemudahan. Karena sayangkan kalau BBM sulit didapat, disaat komuditi (timah, pertanian-red) tinggi, dan ini tidak merugikan masyarakat kita," lanjutnya.

Dia menegaskan persoalan kelangkaan seperti ini, perlu diberikan regulasi atau kebijakan bersama dalam upaya mengatasinya.

"Kalau terjadi pelanggaran dukung dengan regulasi, kebijakan yang baik agar masyarakat tidak terabaikan berkoordinasi melakukan pertemuan. Adakan rapat mendengarkan apa keluhkan masyarakat, sehingga kedepan regulasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan lebih baik," harapnya.

Baca juga: Nasib Tragis Penambang Kecil di Tengah Mahalnya Harga Timah, Pemuda Ini Diterkam Buaya Ganas

Data

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved