Detik-Detik Menegangkan saat Evakuasi Mayat Misterius, Personel Basarnas Ini Terjun ke Laut

Nelayan Desa Baru  Manggar, Belitung Timur, Rabu (29/9/2021) sekitar pukul 14.00 WIB  menemukan sesosok mayat tidak dikenal.

Editor: nurhayati
Istimewa
Evakuasi mayat tak dikenal oleh tim SAR gabungan, Rabu (29/9/2021) sekitar lima mil dari Pesisir Pantai Menara atau tepatnya di Wilayah Laut Pulau Buku Limau, Manggar, Belitung Timur (Beltim). 

Lelaki berusia 24 tahun itu langsung terjun ke laut setelah melihat rekan-rekan lainnya kesulitan memasukkan mayat itu ke kantong jenazah.

Tim SAR terlihat sedikit kesulitan memasukkan mayat itu ke dalam kantong jenazah karena badan mayat yang kaku dan licin disertai dengan ombak laut yang tinggi membuat terombang-ambing.

Namun, berkat aksi Gustav terjun ke laut bisa mempercepat proses tersebut sehingga mayat bisa masuk ke kantong dan dinaikkan ke atas kapal.

Saat selesai evakuasi, Gustav langsung naik ke kapal dan terlihat tubuhnya bergetar karena kedinginan.

Danpos SAR Belitung Rahmatullah Hasyim yang mengomandoi evakuasi ini langsung menyuruhnya berkumur-kumur, minum, dan merelaksasikan diri.

Sesekali Gustav mengarahkan kepalanya ke laut merasa mual karena aroma busuk dari mayat itu sangat terasa.

Ditanyai seusai terjun dari laut, Gustav mengatakan terjunnya dia ke laut untuk evakuasi mayat itu adalah tugas dan bagian dari tanggung jawabnya sebagai personel basarnas.

"Kami dilatih tahan banting dan dibekali mental siap bertugas dalam kondisi apa saja. Berkat teman-teman Basarnas Belitung lainnya, juga rekan Polairud, TNI AL, dan BPBD mayat tersebut bisa dievakuasi ke atas kapal," kata Gustav yang berasal dari Pangkalpinang itu.

Baca juga: Airmata Reza Jatuh Berderai, Rumah Miliknya Hangus Terbakar Hanya Tinggal Puing,Ijazah Anak Jadi Abu

Baca juga: Video Viral, Heboh Saat Akad Nikah Calon Mertua Tendang Calon Menantu, Emosi Dipicu Masalah Ini

Lelaki yang hobi masak itu mengatakan sejak bergabung dengan Basarnas tahun 2017 banyak peristiwa yang dilalui dalam operasi penyelamatan ataupun pencarian.

Dia tidak menjadikan hal itu beban melainkan tanggung jawab sehingga ia tetap bisa menjalankan tugasnya secara optimal.

Diakui Danpos SAR Belitung,  Rahmatullah Hasyim, proses pencarian sempat terhambat ombak dan arus besar disertai hujan intensitas ringan.

Apalagi saat itu, posisi mayat berubah-ubah sehingga membuat pencarian melebar dari koordinat yang sudah ditentukan.

"Korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Tubuh mayat juga sudah tidak utuh lagi," kata Rahmatullah didampingi Anggota TNI AL Koptu Bandiono dan Komandan Kapal Patroli Ditpolairud Polda Babel 2005 Bripka Pri Sutianto ditemui Bangkapos.com usai evakuasi, Rabu (29/9/2021).

Proses evakuasi mayat berlangsung sekitar 15 menit karena tubuh korban sudah licin dan kaku.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved