Mayat Tanpa Kepala Berkemeja Jeans Mengapung di Perairan Belitung Timur Dimakamkan, Ini Ciri-Cirinya

Mayat yang ditemukan oleh nelayan Desa Baru beberapa mil dari Pantai Menara, Manggar, Kabupaten Belitung Timur dimakamkan.

Editor: nurhayati
Istimewa
Evakuasi mayat tak dikenal oleh tim SAR gabungan, Rabu (29/9/2021) sekitar lima mil dari Pesisir Pantai Menara atau tepatnya di Wilayah Laut Pulau Buku Limau, Manggar, Belitung Timur (Beltim). 

Kemudian tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI AL dan Pol Airud sedang melakukan proses pencarian mayat pada pukul 15.00 WIB, Rabu (29/9/2021) menggunakan Kapal Patroli Ditpolairud Polda Bangka Belitung dengan Nomor Lambung 2005 

Tim SAR Gabungan yang dikomandoi Danpos SAR Belitung, Rahmatullah Hasyim menggunakan kapal patroli Ditpolairud Polda Babel 2005 mengarahkan kapal ke titik penemuan sesuai keterangan saksi.

Namun, karena ombak dan arus laut yang besar operasi berjalan hampir satu jam sebelum mayat itu ditemukan tepat pukul 15.00 WIB sebab mayat terbawa arus menjauh dari titik awal.

Baca juga: Ingin Bepergian ke Bangka Belitung Ini Aturan Terbaru Gubernur yang Harus Dipatuhi, Tak Perlu PCR?

Baca juga: Airmata Reza Jatuh Berderai, Rumah Miliknya Hangus Terbakar Hanya Tinggal Puing,Ijazah Anak Jadi Abu

Mayat itu ditemukan sekitar lima mil dari Pesisir Pantai Menara atau tepatnya di Wilayah Laut Pulau Buku Limau, Manggar, Belitung Timur (Beltim)

Saat tim gabungan tiba di lokasi pencarian , dari depan kapal terdengar teriakan petugas, "itu dia!".

Teriakan itu mengakhiri pencarian mayat tak dikenal yang ditemukan oleh nelayan Desa Baru, Manggar, Rabu (29/9/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.

Terjun ke Laut

Pengevakuasian mayat itu diwarnai dengan terjunnya ke laut seorang personel Basarnas bernama Imam Tri Gustav.

Lelaki berusia 24 tahun itu langsung terjun ke laut setelah melihat rekan-rekan lainnya kesulitan memasukkan mayat itu ke kantong jenazah.

Tim SAR terlihat sedikit kesulitan memasukkan mayat itu ke dalam kantong jenazah karena badan mayat yang kaku dan licin disertai dengan ombak laut yang tinggi membuat terombang-ambing.

Namun, berkat aksi Gustav terjun ke laut bisa mempercepat proses tersebut sehingga mayat bisa masuk ke kantong dan dinaikkan ke atas kapal.

Saat selesai evakuasi, Gustav langsung naik ke kapal dan terlihat tubuhnya bergetar karena kedinginan.

Danpos SAR Belitung Rahmatullah Hasyim yang mengomandoi evakuasi ini langsung menyuruhnya berkumur-kumur, minum, dan merelaksasikan diri.

Sesekali Gustav mengarahkan kepalanya ke laut merasa mual karena aroma busuk dari mayat itu sangat terasa.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved