Breaking News:

Terjerat Judi Online, Kalah Rp400 Juta, Pura-pura Jadi Korban Perampokan, IRT Tipu Suami dan Bosnya

Seorang ibu rumah tangga berinisial SY warga Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) dirampok.

Editor: nurhayati
(TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA)
Viral di media sosial sebuah video memperlihatkan YS saat bersandiwara mengaku jadi korban perampokan. 

Dia sengaja membuat sandiwara seolah-olah menjadi korban perampokan dengan cara merusak kunci pintu mobil menggunakan obeng.

Sandiwara itu terkuak saat SY datang ke Mapolsek Sintang Kota. Saat menghadap SPKT, SY menangis, melaporkan bahwa telah kehilangan uang di mobil senilai 400 juta rupiah.

Laporan itu tentu saja langsung ditindaklanjuti oleh anggota Polsek Sintang Kota.

"Kita lakukan pengembangan, cek TKP kejadian di pasar sungai durian. Korban menunjukan uang tersebut hilang di dalam mobil."

"Kemudian tim penyidik memeriksa mobil korban, ternyata betul memang ada dirusak kunci pintunya," kata Kapolsek Sintang Kota, Iptu Sutikno, Senin 4 Oktober 2021.

Penyidik tak percaya begitu saja, sebab ada beberapa kejanggalan yang ditemukan penyidik di lokasi kejadian.

"Ada beberapa kejanggalan. Pintu tidak dirusak semuanya dan masih bisa dikunci kembali. Secara logika hal ini tidak mungkin hilang begitu saja," ungkap Sutikno.

Penyidik lalu mengintrogasi SY. Kecurigaan semakin kuat saat sejumlah pertanyaan jawaban SY selalu berubah. Handphone SY lalu disita.

Akhirnya terkuak, bahwa telah terjadi transaksi judi online di handphone SY.

"Dalam handphonenya diketahui telah dilakukan transaksi, uang tidak hilang ternyata untuk judi online," jelasnya.

Jumlah uang yang dihabiskan SY untuk bermain judi online totalnya mencapai Rp 412. 523.000 juta rupiah.

Perampokan hanya siasat SY untuk mengelabui suami dan bosnya.

SY sengaja merusak kunci pintu mobilnya dengan obeng agar seolah-olah telah terjadi perampokan.

"Uang tersebut bukan milik SY. Seharunya uang tersebut digunakan untuk membayar sahang. Saat sahang datang uangnya tidak ada, SY ketakutan dengan suami dan bosnya, akhirnya membuat alibi seolah olah uangnya hilang."

"Namun berkat penyelikan mendalam, ternyata uangnya dipergunakan untuk judi online. Motif perusakan kunci mobil untuk menghilangkan jejak uang yang habis dipakai judi online," kata Sutikno.

Baca juga: Harga Timah dan Sawit Naik, Banyak Warga Belitung Timur Beli Kendaraan, Peneriman Pajak Over Target

Baca juga: Korban Tabrakan Kapal Nelayan dengan Tugboat Ditemukan, Tiga Hari Menghilang Jasadnya Mengapung

Kapolsek mengatakan SY telah mengakui kesalahanya telah menggunakan uang milik temannya tanpa izin untuk bermain judi online toko togel sebesar 412. 523.000 juta rupiah.

SY, kata Sutikno bersedia membayar jang yang telah digunakan dengan cara mengangsur sebesar Rp 20 juta rupiah setiap awal bulan kepada temannya.

"Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara kekeluargaan. Kami imbau masyarakat tidak resah atas informasi tersebut," kata Sutikno.

Karena diselesaikan secara kekeluargaan, SY menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Sintang.

"Kejadian perampokan yang terjadi di pasar sungai durian pada Jumat 01 Oktober 2021 pukul 14.00 wib sore, tidak benar."

"Kejadian tersebut hanya karena karangan saya semata. Saya menyesali perbuatan saya. Mohon maaf pada warga masyarakat," kata S dalam video klarifikasinya yang diunggah di akun Polsek Sintang Kota.

(TribunPontianak.co.id/Agus Pujianto)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved