Breaking News:

Bagian Tubuh Penambang Timah di dalam Mulut Buaya, Begini Penampakkan Reptil Ganas Sungai Melandut

Bagian Tubuh Penambang Timah di dalam Mulut Buaya, Begini Penampakkan Reptil Ganas Sungai Melandut

Penulis: Teddy Malaka | Editor: Teddy Malaka
freepik.com
ilustrasi buaya 

Dalam waktu singkat, kabar seorang pekerja TI apung diterkam buaya di Sungai Melandut langsung menyebar.

Sejumlah pekerja TI dan warga berdatangan ke Sungai Melandut, bahkan warga juga sempat beberapa kali melihat buaya muncul dari dalam sungai sambil menggigit leher korban.

"Muncul beberapa kali pak buaya itu, posisi mulut buaya terlihat menggigit leher korban dan tak dilepas, dia keluar masuk air sungai," kata Rahmat warga setempat yang dihubungi Bangka Pos di lokasi, Rabu (13/10/2021).

Serupa dikatakan Ibrahim (54) nelayan setempat yang dihubungi Bangka Pos, Rabu (13/10/2021) petang.

Ia menyebutkan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB.

"Korbannya orang asal Kampung Baru, kejadiannya saat lagi narik ponton," jelasnya.

Ibrahim mengatakan, warga berusaha untuk mengevakuasi Punggul. Namun mereka terkendala buaya yang masih membawa tubuh korban.

"Kita kebingungan karena yang sulit sekarang ini korbannya masih dibawa buaya, kita juga tidak punya perahu. Maksudnya kita ini mau ngerebut jenazah korban," kata Ibrahim.

Kapolsek Riausilip, Iptu Fajar saat dikonfirmasi membenarkan adanya seorang warga yang hilang setelah diserang buaya di Sungai Melandut, Dusun Sinar Gunung, Desa Riau, Kecamatan Riausilip.

"Kita telah meminta keterangan dari keluarga korban dan saksi saat kejadian," katanya kepada Bangka Pos, Rabu (13/10/2021).

Ia menjelaskan insiden itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Korban bernama Ardiansyah alias Jukung (32) pekerja TI apung. Korban ini tinggal di Desa Pangkal Niur, Kecamatan Riausilip bersama ibu angkatnya.

Saat kejadian korban bersama dua rekannya Sapri dan Rudi akan menuju ponton TI apung yang kandas di aliran sungai menggunakan perahu. Korban kemudian turun ke air hendak mengangkat jangkar perahu.

"Tiba-tiba korban langsung diterkam buaya di bagian leher dan diseret. Kedua rekan korban yang melihat kejadian tersebut berusaha memberikan pertolongan. Sembari terjun ke air keduanya menendang buaya itu," ujar Fajar.

Namun aksi nekad keduanya tak membuat buaya melepaskan gigitannya ke korban, malah menyeret tubuh Punggul ke dalam air dan membawanya ke tengah sungai.

Fajar memperkirakan korban sudah meninggal dunia, sebab buaya sempat muncul sekitar Sungai Melandut dengan tak melepaskan gigitan di leher korban.

Ia mengaku setelah menerima laporan kejadian, tindakan yang dilakukan Polsek Riausilip berkordinasi dengan pihak desa, kecamatan dan Tim Sar dan LSM serta warga untuk melakukan pencairan.

Bhabinkamtibmas Desa Riau Brigadir Prayudinata mengecek lokasi pekerja tambang yang diterkam buaya Rabu 13/10/2021).
Bhabinkamtibmas Desa Riau Brigadir Prayudinata mengecek lokasi pekerja tambang yang diterkam buaya Rabu 13/10/2021). (Dok/Brigadir Prayudinata)

Namun korban masih belum ditemukan. Dikarenakan cuaca yang buruk dan kondisi malam, pencarian terpaksa dihentikan. Rencanaya pencarian akan dilanjutkan, Kamis (14/10/2021).

"Jadi besok (Kamis, 14/10-red) akan kita lakukan pencairan karena saat ini malam dan cuaca tak bersahabat," ungkap Fajar.

Sementara Brigadir Prayudinata Bhabinkamrbas Desa Riau mengatakan kejadian tersebut sudah dilaporkan ke BPBD Kabupaten Bangka untuk membantu pencarian korban. Termasuk menghubungi aparat desa dan relawan.

"Tapi kondisi saat ini terbentur oleh mulai gelapnya malam nanti kita akan koordinasi jika Tim SAR sudah tiba," kata Brigadir Prayudinata sekitar pukul 18.10 WIB saat dihubungi Bangka Pos.

Terpisah Kepala BPBD Kabupaten Bangka, M Nursi mengatakan pihaknya mengetahui kabar ada warga yang diterkam buaya sekitar pukul 17.00 WIB, Rabu (13/10).

"Saya juga dari Riausilip memantau proses pemungutan suara pilkades dan sempat istirahat makan di Sungai Perimping," ungkap Nursi saat dihubungi Bangka Pos, kemarin.

Ia menyebutkan saat di Sungai Perimping sempat melihat banyak buaya muncul, namun tidak mendengar kabar ada penambang TI diterkam buaya.

Menurut Nursi, dirinya telah menurunkan anggota BPBD Bangka ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

"Kita juga minta bantuan dari Tim SAR Provinsi Babel dan Komunitas Laskar Sekaban yang menyediakan perahu untuk proses evakuasi dan pencarian korban," jelasnya.

(bangkapos.com/deddy marjaya/Arya Bima Mahendra)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved