Breaking News:

Tribun Babel

Kartu Kendali Gas Elpiji 3 Kg Baru Berlaku di Beltim

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mulai memberlakukan kartu kendali gas elpiji 3 kg (gas melon)atau gas bersubsidi

Editor: Edwardi
Bangka Pos/Riki Pratama
Heru Widarto 

PANGKALPINANG, BANGKA POS – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mulai memberlakukan kartu kendali gas elpiji 3 kg (gas melon)atau gas bersubsidi di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) pada 21 Oktober 2021 lalu.


Kartu kendali ini diperuntukan untuk empat kategori, yakni rumah tangga, usaha mikro, kalangan petani dan nelayan sasaran.

Ditargetkan 260 ribu kepala keluarga (KK) akan diberikan kartu kendali, karena dinilai berhak mendapatkan gas elpiji 3 kg agar tepat sasaran.

Langkah awal, Gubernur Babel Erzaldi telah meluncurkan sistem BRIZZI Card dan Aplikasi Brimola di Beltim.

Koordinator Bagian SDA, BUMD, dan BLUD Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Babel, Heru Widarto mengatakan baru Kabupaten Belitung Timur menggunakan sistem pembelian menggunakan kartu kendali elpiji 3 kg BRIZZI Card.

"Sudah dilaunching pada Oktober lalu oleh Gubernur Babel, Forkopimda dan Bupati Beltim. Baru seminggu, dua minggu ini kami mempraktikan di Kecamatan Manggar dan transaksinya lumayan. Tetapi belum semua masyarakat dan pangkalan di Manggar menerapkan elpiji card ini," kata Heru, Rabu (2/2) di tempat kerjanya.

Heru menambahkan, masih banyak yang perlu dilakukan evaluasi penggunaan kartu elpiji 3 kg, sebelum digunakan ke sejumlah daerah lainya.

"Kalau daerah lain belum diinput, walaupun data sebagian besar sudah masuk. Tetapi untuk Beltim ini menjadi progres pertama, karena data di Beltim paling siap makanya ke Beltim dahulu," ujarnya.
Diakuinya, untuk uji coba yang dilakukan di Beltim ini masih banyak masyarakat dan agen belum menggunakan kartu kendali elpiji card.

"Untuk distribusi kartu sudah banyak, namun ada dua agen dan masyarakat belum dapat kartu, kita telah menyarankan kartu dititipkan di desa-desa. Ada user maker yang menginput data ke dalam aplikasi Brimol, titip ke mereka atau ke kepala desa untuk mudah mengambilnya," katanya.

Heru menjelaskan penerima kartu kendali elpiji 3 kg sesuai dengan surat edaran gubernur dengan beberapa kriteria dari kalangan masyarakat miskin dan bukan dari kalangan PNS.

"Sesuai surat edaran, kriteria masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) di kelurahan dari kementerian, bukan dari PNS,TNI, Polri, dan BUMN. Kemudian petani dan nelayan sasaran, maksudnya dapat bantuan elpiji 3 kg untuk bahan bakar nelayan, yang merupakan program pusat," jelasnya.

Selain itu, kata Heru, penerima kartu dapat berasal dari usulan pemerintah desa/kelurahan, bagi yang tidak masuk data DTKS dan pemilik usaha mikro.

"Keuntungan punya kartu dapat membeli sesuai HET, misalnya di Pangkalpinang Rp18.000 per tabung, kalau di desa mana misalnya di Belitung Timur Rp18.350, membelinya di pangkalan gas langsung dipotong melalui saldo yang ada di dalam kartu," jelasnya.

Diungkapkannya, untuk masyarakat pemilik kartu kendali dapat membeli maksimal 4-5 tabung gas elpiji dalam satu bulan dan untuk usaha mikro dapat membeli maksimal 12 tabung per bulan.

"Selama ini terjadi kenaikan karena barang yang tidak habis di pangkalan dijual ke pengecer di atas HET. Tetapi apabila menggunakan kartu semua masyarakat dapat membeli sesuai HET-nya. Kemudian apabila saldo di kartu habis dapat mengisinya di agen Brizzi atau pangkalan yang menjadi agen Brizzi," ujarnya. (riu)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved