Properti

Kuota Perumahan Subsidi FLPP Tak Terbatas

BNI menggunakan plafon Nasional dimana prosesnya sangat cepat dan kuotanya tidak terbatas.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
Ilustrasi Kantor BNI Cabang Pangkalpinang. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) akan menyalurkan dana sebesar Rp23 triliun untuk 200 ribu unit rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun ini.

Rupanya untuk perumahan subsidi FLPP di perbankan sendiri tidak ada lagi batasan penyaluran.
Pemimpin Bidang Pemasaran Bisnis Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Pangkalpinang Nova Wiriansyah menyebut, berapapun FLPP yang layak dan bisa terserap akan tetap disalurkan.

"Sekarang mekanismenya tidak pakai plafon lagi, berapapun pasarnya ada, layak dan bisa diserap, langsung segera kita salurkan asalkan bisa memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku," sebut Nova kepada Bangka Pos Group, Selasa (8/2).

Kata Nova, BNI menggunakan plafon Nasional dimana prosesnya sangat cepat dan kuotanya tidak terbatas.

"Siapa yang cepat dia yang dapat duluan menggunakan kuotanya sampai nanti kuota nasionalnya habis," tuturnya.

Dia berharap, penyaluran rumah subsidi di Babel untuk tahun 2022 diharapkan dapat naik lebih dari 20 persen dibandingkan tahun lalu.

"Syaratnya masih sama seperti tahun lalu, jika waktu maksimal 20 tahun menyesuaikan dengan kemampuan mengangsur, harga rumah paling tinggi Rp156,5 juta," jelasnya.

Sementara itu Ketua Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Pemukiman Indonesia (Apersi) Bangka Belitung Gunawan Tjen mengatakan, untuk tahun 2022 dana FLPP sudah cukup memadai perumahan subsidi.

Dia berharap, penyaluran dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) ini harusnya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat lantaran kemudahan dan kelonggaran juga sudah diberikan oleh pihak perbankan.

Dia juga berharap pengalihan dana program bantuan subsidi dengan skema FLPP PPDPP ke Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) tak menghambat masyarakat dalam memiliki rumah, khususnya untuk rumah subsidi.

"Kami berharap setelah pengalihan ini selesai, dan bisa dilaksanakan FLPP oleh BP Tapera, semoga pengalihan ini tidak menghambat masyarakat dalam memiliki rumah, khususnya untuk rumah subsidi," jelasnya.

Sebelumnya, diakui Gunawan pengalihan dana program bantuan subsidi dengan skema FLPP dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) ke BP Tapera dikhawatirkan Apersi.

"Semoga bisa jadi jalan ke luar masalah rumah subsidi karena sebelumnya masalah rumah subsidi selalu dipusingkan oleh kuota habis menjelang akhir tahun," sebutnya.

Secara keseluruhan Gunawan berharap, pelaksanaan atau pembangunan rumah subsidi ke depannya tidak ada kendala karena sudah ada Tapera.

Kehadiran Tapera ini menurut Gunawan harus dibarengi oleh aturan lain terkait pembangunan rumah subsidi.
Seperti masalah perizinan yang saat ini berganti dari Izin Membangun Bangunan (IMB) menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) ternyata belum bisa jalan. (t2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved