Berita Bangka Tengah

Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka, Dindik Bateng Tunggu Penentuan PPKM

Dinas Pendidikan Bangka Tengah masih terus memantau perkembangan kasus Covid-19, sebagai acuan evaluasi kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM).

kompas.com
Ilustrasi sekolah tatap muka di Kota Pangkalpinang 

KOBA, BABEL NEWS - Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah masih terus memantau perkembangan kasus Covid-19, sebagai acuan evaluasi kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM). Diketahui, meski kasus Covid-19 perlahan-lahan mulai beranjak naik, pelaksanaan PTM secara penuh masih terus berlangsung dengan lancar dan aman.

"Saat ini kalau enggak salah status PPKM kita berada pada level 2 dan masih diperbolehkan menggelar PTM 100 persen," kata Kepala Dinas Pendidikan Bateng, Iskandar, Rabu (9/2).

Namun diakuinya, kondisi ini berbeda jika nantinya ditetapkan menjadi PPKM level 3 yang memang mengharuskan PTM dibatasi menjadi hanya 50 persen saja. "Kita tunggu saja petunjuk penentuan PPKM dari surat keputusan bersama (SKB) empat menteri," ujarnya.

Ia mengakui, memang beberapa waktu lalu ada salah satu sekolah dasar (SD) di Kecamatan Namang yang terpaksa harus ditutup sementara karena ada peserta didik yang terkonfirmasi positif. "Jadi kalau ada satu saja siswa ataupun guru yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka sekolah tersebut akan ditutup sementara selama lima hari," jelasnya.

Dirinya juga mengimbau, agar para wali siswa mendukung secara penuh kegiatan vaksinasi yang dilakukan tenaga kesehatan di sekolah-sekolah. Pasalnya, hal tersebut dinilai sangat efektif dalam rangka mencegah penularan Covid-19 kepada peserta didik di sekolah. "Vaksin di sekolah-sekolah masih akan terus kita gencarkan karena masih ada beberapa sekolah yang belum terjadwal," jelasnya.

Tetap berjalan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka Selatan juga tetap melaksanakan kegiatan PTM, meskipun adanya lonjakan Covid-19 di wilayahnya. Kepala Dindikbud Basel, Sumadi mengatakan, PTM tetap berjalan, asalkan selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ketat. Menurutnya, hal ini sesuai dengan instruksi Menteri Pendidikan RI.

"Saat ini PTM masih terkendali untuk di Kabupaten Bangka Selatan dan selalu menerapkan Prokes Covid-19 ketat. Kalau untuk evaluasinya belum ada," kata Sumadi, Selasa (8/2).

Menurutnya, jangan sampai tidak dilaksanakan PTM, karena mengakibatkan kerugian peserta didik dan juga ditakutkan akan bertambahnya angka putus sekolah. "PTM ini tetap berjalan meskipun Covid-19 varian omicron melanda Bangka Selatan sendiri. Jangan sampai mengganggu prosedur proses pembelajaran, di mana anak-anak kita sudah enam bulan lebih belajar melalui daring," ucapnya.

Diakuinya, untuk mengantisipasi terpapar Covid-19 di lingkungan sekolah, jajarannya bersama Dinkes serta tim percepatan vaksinasi Covid-19 terus gencar menggelar vaksin untuk anak usia 6-11 tahun. "Ini untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok di lingkungan sekolah. Data sementara untuk siswa didik tingkat SD sudah 97 persen dan di tingkat SMP sudah sampai 90 persen ke atas, guru pun demikian sudah mencapai 80 persen vaksinasi, jaid PTM tidak ada halangan lagi tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat," tegasnya.

Sumadi juga mengimbau, para siswa SD dan SMP agar tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dalam melaksanakan PTM. "Karena PTM ini merupakan kebutuhan kita bersama. Harapannya semua siswa dan pihak sekolah serta orangtua dapat bekerja sama dalam hal ini," pungkasnya. (u2/ynr)

Sistem Buka Tutup
PEMBELAJARAN tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah Kepulauan Bangka Belitung masih berjalan hingga saat ini. Pihak sekolah hanya diminta melakukan evaluasi jika ditemukan kasus aktif Covid-19 dari sekolah tersebut.

"Saat ini PTM masih berjalan dan untuk sekolah-sekolah yang ada temuan (Covid-19) kami minta evaluasi, jadi tidak ditujukan ke semua sekolah," kata Sekretaris Satgas Covid-19 Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa, Rabu (9/2).

Mikron menuturkan, bagi sekolah yang memiliki kasus Covid-19 nantinya bisa menghentikan PTM untuk sementara waktu atau mengurangi kapasitas dalam kegiatan belajar mengajar. "Seperti sistem buka tutup, ada sekolah yang tutup sementara, sedangkan yang lainnya tetap buka. Nanti kalau evaluasinya tidak ada masalah, PTM jalan lagi," ujar Mikron.

Satgas kata Mikron, sejauh ini tidak pernah mengeluarkan rekomendasi terkait penghentian PTM. Meskipun ada lonjakan kasus beberapa hari terakhir, upaya penanggulangan Covid-19 masih terkendali. "Kalau pun ada temuan, kami minta evaluasi di sekolah tersebut," jelas Mikron.

Mikron memastikan, lonjakan kasus Covid-19 telah diantisipasi sejak dini, mulai dari menyediakan fasilitas kesehatan maupun tempat isolasi terpadu di setiap kabupaten/kota, hingga di tingkat kecamatan. "Fasilitas tidak ada masalah. Kami hanya ingatkan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dan segera vaksinasi," pungkas Mikron. (kps)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved