Breaking News:

Kabar Kabupaten Bangka

Kasus Covid-19 Bertambah, Isoman Khusus Pasien Bergejala Ringan

Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bangka bertambah 16 orang, sembuh 3 orang dan meninggal dunia tidak ada.

Editor: Rusaidah
DOK BANGKA POS
Juru Bicara Tim Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Boy Yandra. 

SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bangka bertambah 16 orang, sembuh 3 orang dan meninggal dunia tidak ada.

Jumlah keseluruhan pasien positif Covid-19 menjadi 106 orang, dengan perincian Kecamatan Sungailiat 45 orang, Merawang 19 orang, Belinyu 13 orang, Pemali 10 orang, Riausilip 10 orang, Mendo Barat 7 orang, Bakam 1 orang dan Puding Besar 1 orang.

"Jadi 106 orang ini yang dirawat di isoter atau isolasi terpadu ada 16 orang, sisanya melakukan isolasi mandiri atau isoman," kata Boy Yandra, Juru Bicara Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka, Jumat (11/2).

Ditambahkannya, untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan bisa melakukan isoman, dengan syarat rumahnya layak untuk melakukan isoman atau tidak berhubungan langsung dengan ruangan lainnya.

"Bila rumahnya tidak layak untuk isoman, maka Pemkab Bangka sudah menyiapkan ruang isoter dengan daya tampung 137 tempat tidur," ujar Boy Yandra.

Boy mengimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin menetapkan protokol kesehatan saat melakukan kegiatan di luar rumah.

"Jadi jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Bangka ada 9.957 orang, sembuh 9.487 orang dan meninggal dunia 364 orang, kasus aktif saat ini 106 orang," kata Boy Yandra.

Ditambahkannya, untuk bayi usia di bawah 1 tahun sudah ada 44 yang positif Covid-19, balita 1-4 tahun 366 orang, penderita Covid-19 paling banyak terpapar di kelompok umur 20-44 tahun yakni 4.348 orang.

"Berdasarkan jenis kelamin terbanyak di kelompok perempuan 5.215 dan.laki-lski 4.742," ujar Boy Yandra.
Ditambahkannya untuk jumlah tes Swab PCR yang sudah dilakukan di Kabupaten Bangka sebanyak 20.496 tes.

"Saat ada satu sekolah SD yang ditutup sementara untuk PTM, karena ada satu siswa terpapar Covid-19 sambil menunggu hasil tes Swab PCR kedua, mudah-mudahan hasilnya negatif. Bila negatif maka kegiatan PTM bisa dilanjutkan kembali," jelas Boy Yandra.

Ditegaskan bila ada sekolah yang siswa atau guru nya ada terpapar Covid-19, maka kegiatannya kita tutup sementara selama 3-5 hari menunggu hasil Swab PCR keduanya.

"Jangan lupa kepada masyarakat tetaplah selalu melaksanakan prokes dengan baik," harapnya. (edw)

Sumber: Bangka Pos

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved