Kabar Belitung

Isoter SKB di Belitung Berfasilitas AC

UPT Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Belitung selama terjadinya pandemi memang menjadi tempat isolasi terpadu.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Adelina Nurmalitasari
Suasana di UPT SPNF SKB Belitung yang kembali dipersiapkan sebagai lokasi Isoter, Jumat (11/2). 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - UPT Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Belitung selama terjadinya pandemi memang menjadi tempat isolasi terpadu bagi para pasien Covid-19.

Sekitar dua bulan terakhir sejak terjadinya penurunan kasus yang signifikan, tempat yang berada di Jalan Sudirman, Desa Perawas ini memang tak digunakan. Sampai kini, SKB masih nampak lengang.

Terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di Belitung beberapa waktu terakhir, pada Senin (7/2) Satgas Covid-19 Kabupaten Belitung bersama pihak terkait sempat memantau SKB yang rencananya akan kembali digunakan sebagai tempat isoter.

"Dari sarana prasarana kami sudah siap, hanya karena sempat kosong lumayan lama, sudah diperintahkan tim gabungan yang terdiri dari dinas lingkungan hidup, Polres dan Satgas Covid-19 serta pengelola SKB untuk membersihkan area, sehingga sudah bersih dan siap. Walaupun kami tetap saja berharap gedung SKB bisa difungsikan kembali sesuai peruntukan kegiatan di SKB," kata Plt Kepala UPT SPNF SKB Belitung Yayan Afrianti, Jumat (11/2).

Kamar-kamar yang sebenarnya diperuntukkan untuk asrama peserta diklat prajabatan CPNS pun memang terlihat memiliki fasilitas yang memadai. Ada 12 kamar yang digunakan sebagai tempat isolasi yang dilengkapi fasilitas dua tempat tidur, televisi, lemari, dan meja kerja. Bahkan sudah memiliki AC dan kamar mandi dalam.

Tak hanya itu, sebagai antisipasi jika sudah melebihi kapasitas, ada dua ruang belajar yang diubah sebagai kamar yang masing-masingnya bisa menampung 10 orang.

Meskipun ada kegiatan isoter di tempat tersebut, aktivitas pembelajaran di SKB, baik untuk pendidikan kesetaraan maupun pendidikan anak usia dini dapat terus beroperasi.

Yayan mengatakan dengan luas lahan 2,3 Hektare (Ha) untuk kegiatan pembelajaran punya 7 kelas yang lokasinya relatif jauh dari gedung isolasi sehingga tidak mengganggu pembelajaran.

"Gedung PAUD juga berada di sudut ruang SKB sehingga walaupun peserta didik anak usia dini tidak terganggu dengan adanya kegiatan isolasi. Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran di SKB, kami sudah koordinasi terlebih dulu dengan satgas Covid-19 melihat apakah memungkinkan," katanya.

"Setelah melihat kondisi ruang kelas dan ruang lain yang digunakan sebagai kantor sementara jauh dari ruang isolasi, dibolehkan atau dimungkinkan karena tidak berinteraksi langsung dengan pasien yang isolasi di SKB," tuturnya.

Berdasarkan pantauan, pada laman covid19.belitung.go.id, ada 165 kasus aktif, 9 di antaranya kini menjalani perawatan di RSUD Marsidi Judono, 9 orang menjalani isolasi di PPKM, serta 147 orang isolasi mandiri di rumah. (del)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved