Kabar Belitung Timur

Progres Belitung Timur Terang Benderang 59 Persen

Program Belitung Timur Terang Benderang yang dicanangkan Bupati Burhanudin dan Wabup Khairil Anwar sampai saat ini setidaknya sudah 59 persen.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Bryan Bimantoro
Kepala Dinas Perhubungan Belitung Timur, Amirudin. 

MANGGAR, BABEL NEWS - Program Belitung Timur Terang Benderang yang dicanangkan Bupati Burhanudin dan Wabup Khairil Anwar sampai saat ini setidaknya sudah berprogres 59 persen.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Belitung Timur Amirudin kepada Bangka Pos Group, Selasa (15/2) usai rapat koordinasi bersama Bappenas tentang kepelabuhan secara virtual.

Amirudin bilang hingga saat ini sudah banyak yang timnya lakukan ke lapangan supaya program itu tercapai. Dari temuan di lapangan, paparnya, faktor tidak menyala lampu jalan disebabkan adanya beberapa kendala faktor alam, seperti adanya petir yang menyebabkan KWH PJU jatuh.

"Orang mengira itu rusak padahal tidak. Itu karena KWH di tiang lampu itu jatuh. Di dalam laporan sistem aplikasi kami pun kondisinya tidak rusak. Memang ada beberapa yang rusak tapi tidak banyak dan sudah kami perbaiki," kata Amirudin.

Dia mengatakan saat ini sudah membentuk tim monitoring PJU di seluruh kabupaten yang melibatkan perangkat desa sehingga mereka bisa melaporkan kepada Dinas Perhubungan melalui tim tadi jika lampu jalan di wilayahnya tidak menyala.

Dia menegaskan sangat concern terkait penyelesaian masalah lampu jalan ini karena sangat vital perannya dalam aktivitas masyarakat. Dia menyebutkan salah satu prioritas penyelesaian lampu jalan yaitu di persimpangan yakni dengan lampu surya. Hal itu menurutnya karena lampu PJU menumpang di tiang PLN, namun tidak semua persimpangan ada tiang PLN.

"Jadi akan kami sesuaikan, terutama PJU di persimpangan yang rawan terjadi kecelakaan, itu menjadi prioritas kami," jelasnya.

Dia mengulas saat ini ada sekitar seribu titik lampu jalan, baik di jalan nasional, provinsi, dan kabupaten yang sudah tercover dalam anggaran 2022. Menurutnya bila semua wilayah sudah tercover, maka PJU akan dipasang di lokasi yang berbeda namun usulannya di tahun 2023.

"Tetapi yang kita kejar tetap yang 2022 ini. Kalau berkenaan beberala usulan-usulan yang sudah masuk ke kami, Insyallah sudah tercover pada 2022, kurang lebih ada 1000 titik, yakni berada di jalan nasional, provinsi dan kabupaten, dan sebagian lainnya juga akan kami sisir di bagian perkotaan agar nampak lebih terang," ujarnya. (s1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved