Kerajinan Lidi Nipah Bangka Belitung Melenggang ke Singapura

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengekspor berbagai kerajinan lidi nipah ke Singapura

Editor: suhendri
Istimewa/Dinas Koperasi dan UKM Babel
KERAJINAN - Kerajinan lidi nipah. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Babel Yulizar Adnan melepas ekspor kerajinan lidi nipah ke Singapura, Selasa (15/3/2022), di Gedung UPTD Balatkop UMKM. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengekspor berbagai kerajinan lidi nipah ke Singapura.

Ekspor ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah, saat ini 30 pelaku UMKM sudah mengekspor kerajinan lidi nipah ke Singapura secara kontinu," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Babel, Yulizar Adnan, saat melepas ekspor produk kerajinan lidi nipah ke Singapura di Pangkalpinang, Selasa (15/3/2022).

Yulizar menuturkan, ekspor perdana berbagai produk kerajinan lidi nipah seperti keranjang serbaguna, bingkai cermin, lampu hias, kotak tempat hadiah, tempat botol minuman, taplak meja, placement ke Singapura dilakukan karena produk-produk tersebut berkualitas dan diminati untuk menjadi produk home decor di Negeri Singa.

"Ekspor produk kerajinan lidi nipah merupakan langkah awal yang baik dan akan terus dilakukan secara kontinu. Pelepasan ekspor ini membuktikan bahwa produk kerajinan lidi nipah memiliki kualitas, mampu bersaing serta mampu bertahan di tengah pandemi," ujarnya.

Menurut Yulizar, keberhasilan ekspor tersebut tidak lepas dari dukungan Bank Indonesia (BI) Babel dan Bea Cukai Pangkalpinang serta kolaborasi semua pihak dalam memberdayakan dan mendukung UMKM Babel untuk tumbuh.

"Babel memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah. SDA ini harus dimanfaatkan dengan baik dan diperlukan inovasi agar menjadi produk yang berdaya guna untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi ini," tuturnya.

Yulizar menambahkan, tantangan ke depan bagi UMKM yakni, kualitas produk harus terus ditingkatkan.

Misalnya, ukuran lidi nipah yang harus ada standarnya. Untuk itu, diperlukan suatu alat agar lidi nipah memiliki ukuran yang sama.

"Ke depan, kita dorong agar UMKM Babel memiliki alat serut lidi nipah yang memiliki standar dan tingkat akurasi yang baik. Kita akan berkolaborasi dengan pihak lain untuk membuat alat serut ini sehingga produk kerajinan lidi nipah memenuhi kurasi internasional," ujar Yulizar.

Kepala BI Perwakilan Bangka Belitung Budi Widihartanto menyatakan, pihaknya mendukung dan mengapresiasi kegiatan UMKM yang ada di Negeri Serumpun Sebalai.

Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi sinergi yang dibangun antar berbagai pihak terkait.

"Sinergi seperti ini sangat penting sehingga bisa menumbuhkan dan mendorong ekspor produk UMKM. Kami akan selalu mendukung UMKM agar mereka terus bisa meningkatkan kualitas produk sesuai dengan tren pasar dunia," kata Budi.

Ia pun berpesan agar pelaku UMKM terus belajar untuk meningkatkan kemampuan dan mengetahui kebutuhan pasar dunia. (t3/ant)

Sumber: Bangka Pos
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved