Kabar Pangkalpinang
Langkanya Minyak Goreng dan Gula Pasir, Pemerintah Rutin Operasi Pasar Secara Berkala
Dr Fitri Ramdhani Harahap menilai dari sudut pandang sosiologi produksi, kondisi saat ini berkaitan dengan tanggung jawab sosial dan keadilan sosial.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Fenomena langka dan naiknya harga beberapa bahan pokok seperti minyak goreng, kacang kedelai, daging sapi, cabai dan gula pasir menjelang bulan Ramadan saat ini seakan menambah rumitnya kondisi sulit masyarakat di masa pandemi Covid-19.
Dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Bangka Belitung (UBB) sekaligus Ketua ISI Babel Dr Fitri Ramdhani Harahap menilai dari sudut pandang sosiologi produksi, kondisi saat ini berkaitan dengan tanggung jawab sosial dan keadilan sosial.
Menurutnya, kondisi bahan pokok langka dan harga naik saat ini salah satu contoh kondisi nyata yang menggambarkan ketidakmampuan negara untuk menenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
"Secara politik ideologis, ini merupakan tanggung jawab pemerintah untuk memenuhi rasa keadilan sosial bagi masyarakat melalui kebijakan politik ekonomi. Sementara di sisi lain secara operasional, ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial pengusaha dan praktisi bisnis untuk memperjuangkan keadilan ekonomi bagi masyarakat melalui jalur usaha," ungkap Fitri.
Ia menuturkan, kebijakan politik ekonomi yang harus diambil pemerintah menjadi solusi ampuh untuk mengatasi persoalan kelangkaan dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Misalnya dengan memastikan stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok, melakukan operasi pasar secara berkala untuk mengendalikan harga, dan memperbaiki jalur distribusi bahan pokok.
Selain itu, peran pengusaha dan praktisi bisnis secara operasional adalah memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan kepentingan umum/masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
"Perusahaan juga memiliki tanggung jawab moral dan etis untuk memperhatikan kesejahtaeraan sosial masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan petani lokal, menyelenggarakan bazar atau pasar murah dan sebagainya," ujar Fitri. (t3)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Dosen-Sosiologi-FISIP-UBB-Dr-Fitri-Ramdhani-Harahap-menanggapi-fenomena-langkanya-gula-pasir.jpg)