Berita Bangka Selatan
Harga Daging Sapi Stabil di Toboali, Ayam Potong dan Cabai Besar Alami Kenaikan
Harga daging sapi di Pasar Terminal Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, terpantau stabil menjelang Idulfitri, Jumat (29/4).
TOBOALI, BABEL NEWS - Harga daging sapi di Pasar Terminal Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, terpantau stabil menjelang Idulfitri, Jumat (29/4). Berdasarkan pantauan di kawasan ini, harga daging sapi berkisar Rp150 ribu per kilogram hingga Rp160 ribu per kilogram.
Harli (38), pedagang daging sapi di kawasan ini, membenarkan untuk saat ini harga daging sapi belum ada kenaikan. "Harga masih stabil di harga normal Rp160 kg, bisanya harganya turun kalau pembeli sepi, tapi saat ini masih Rp160 per kg, tidak tahu kalau nanti naik atau tidaknya," kata Harli.
Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Jum (45). "Harga semua sama Rp150 ribu sampai Rp160 ribu, itu harganya sama semua. Tapi kalau belum ada pembeli harga turun sampai Rp150 ribu per kg dan sebaliknya," kata Jum.
Namun dengan kondisi ini, para pedagang musiman maupun pedagang tetap tidak berani menyetor daging terlalu banyak. Rata-rata pedagang hanya menyiapkan daging sapi puluhan hingga ratusan kilogram per harinya.
Kondisi berbeda terjadi untuk daging ayam potong di kawasan yang sama. Kenaikan daging ayam potong ini, lantaran harga pasokan dari Palembang tinggi. Sehingga, sejumlah pedagang daging ayam terpaksa menaikan harga dagangannya.
Dani (28), pedagang ayam potong, mengatakan, saat ini harga daging ayam bersih Rp40 ribu per kilogram. Sedangkan, untuk ayam bulat utuh Rp38 ribu. "Untuk harga saat ini sudah ada kenaikan Rp3 ribu, yang sbelumnya harga daging ayam bersih Rp37 ribu dan bulat Rp36 ribu," kata Dani.
Menurutnya, kenaikan ini disebabkan karena harga dari distributor Palembang mengalami kenaikan. Termasuk, permintaan masyarakat yang sudah mulai tinggi menjelang Lebaran. "Penjualan mengalami peningkatan karena permintaan dari masyarakat menjelang Lebaran ini cukup tinggi. Namun peningkatan penjualan ini tidak terlalu signifikan," jelasnya.
Bumbu dapur
Harga bumbu dapur khususnya cabai merah dan bawang merah juga mengalami kenaikan harga di Pasar Terminal Toboali. Dari pantauan, cabai merah besar berkisar Rp60 ribu per kg, sedangkan cabai kecil Rp48 ribu hingga 50 ribu per kg. Sedangkan untuk bawang merah Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kg, bawang putih Rp30 ribu per kg dan bawang bombai masih stabil Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kg.
Andrianto (52) pedagang bumbu dapur, mengatakan, hanya ada sedikit kenaikan pada komiditi bawang merah saja. "Tapi ini tergantung jenis bawangnya. Penjualan masih stabil juga. Tapi belum tahu besok dan hari Minggu, apakah meningkatkan atau tidak," kata Andrianto.
Menurutnya, untuk saat ini diperkirakan harga tidak akan mengalami kenaikan lantaran stok cabai dan bawang masih terbilang banyak.
Wiki (23) pedagang lainnya, mengakui, harga cabai merah besar di lapaknya saat ini Rp58 ribu per kg. Sedangkan, cabai rawit merah Rp65 ribu per kg, dan cabai kampung Rp50 ribu per kg. Sementara bawang merah Rp35 ribu per kg, dan bawah putih Rp30 ribu per kg. "Ada kenaikan di cabai merah besar, sebelumnya harganya Rp35 ribu sampai Rp40 ribu per kg. Dan bawang merah naik Rp15 ribu per kg," jelas Wiki. (ynr)
Pedagang Ayam Dadakan
SEJUMLAH pedagang ayam dadakan mulai bermunculan di Kota Pangkalpinang, menjelang Idulfitri1443 H sejak Jumat (29/4) siang. Dari pantauan, sejumlah pedagang terlihat di sepanjang Jalan Ahmad Yani Kawasan Pasar Pagi, Jalan RE Martadinata, Jalan Pintu Air dan sekitar Pasar Pembangunan.
Diana (45), pedagang ayam dadakan yang berjual di depan Pasar Pagi, mengaku, sudah mulai berjualan tiga hari lalu. "Kami baru mulai tiga hari lalu menjual ayam dan permintaan belum terlalu banyak. Mungkin besok akan ramai pembeli," kata Diana.
Ia menambahkan, lapak dadakan miliknya melayani pembeli setiap hari selama 24 jam nonsetop sampai H-1 menjelang Lebaran. Adapun jenis ayam yang dijual adalah ayam potong dan ayam merah jenis afkir hidup yang dibanderol Rp70.000 ribu dan Rp75.000 ribu untuk ayam potong.
Pedagang lainnya, Adam (45) mengakui, awalnya merupakan pedagang buah pisang. Namun, dikarenakan penjualan pisang menurun, dirinya beralih profesi sebagai penjual ayam dadakan. "Baru beberapa hari jual di sini, biasanya jualan pisang, kalau sekarang belum terlalu banyak 30 ayam per hari, biasanya H-2 lebaran baru ramai," jelas Adam. (mg2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/DAGING-SAPI.jpg)