Kabar Pangkalpinang

Laboratorium Tak Berani Lagi Stok Alat Antigen

Menurunnya angka pemeriksaan per hari ini dirasakan betul oleh Medical RSIA Rona Pangkalpinang.

Editor: Rusaidah
Istimewa/Rizki RSIA Rona
Ilustrasi pemeriksaan rapid antigen di RSIA Rona Pangkalpinang. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kebijakan pemerintah melonggarkan syarat perjalanan yang tak lagi wajib tes PCR atau antigen diperkirakan akan membuat bisnis tersebut surut.

Bahkan dulu, harga tes PCR awalnya sangat mahal, dibanderol hingga jutaan rupiah. Pemerintah kemudian memberlakukan kebijakan tarif batas atas tes PCR, dimana Kemenkes menetapkan batas tarif tertinggi sebesar Rp 900 ribu pada 2020 lalu.

Seiring berjalannya waktu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar biaya tes PCR diturunkan di kisaran Rp 450-550 ribu.
Terakhir tes PCR turun menjadi Rp275 ribu untuk daerah Jawa-Bali dan Rp300 ribu untuk luar Jawa-Bali.

Tes PCR atau antigen yang dulu menjadi syarat mutlak, kini tak lagi diperlukan asalkan sudah divaksinasi Covid-19 lengkap dan booster. Kebijakan tersebut rupanya memukul bisnis penyedia layanan tes PCR dan antigen.

Menurunnya angka pemeriksaan per hari ini dirasakan betul oleh Medical RSIA Rona Pangkalpinang. Dulunya sehari pemeriksaan bisa hingga 150 rapid antigen, kini sehari hanya sekitar 20 pemeriksaan saja.

"Kalau sehari itu fluktuatif 20-30 pemeriksaan, memang menurun setelah kebijakan penerbangan dilonggarkan," kata Kepala Cabang Dipa Medical RSIA Rona Pangkalpinang Ary Zakir.

Dia menyebut, rata-rata pemeriksaan untuk kebutuhan masuk kantor pasca lebaran.

"Kalau untuk harga masih harga yang lama yakni Rp85 ribu, kita juga sedang membahas permasalahan turun ini sama pimpinan bagaimana baiknya," sebutnya.

Senada dengan Laboratorium Pro Medic di Pangkalpinang yang juga mengalami hal yang sama.

Bahkan pihaknya tidak lagi berani menyetok alat pemeriksaan rapid antigen banyak-banyak.

"Stok secukupnya saja, gak berani banyak-banyak yang membutuhkan sudah sedikit sekali. Sehari sekarang hanya 20 pemeriksaan," kata Direktur Laboratorium Pro Medic dr Buntoro.

Kata Buntoro, disatu sisi ia bersyukur dengan melemahnya permintaan rapid antigen berarti Covid-19 sudah bisa dikendalikan.
Namun tak ia pungkiri juga, lama kelamaan bisnis rapid antigen miliknya akan terus tergerus.

"Kita lanjut saja, karena kami buat diagnosis bukan hanya untuk penerbangan. Kita juga bersyukur artinya Covid-19 sudah jadi kenangan terindah untuk semua orang," tuturnya.

Bahkan kata Buntoro, pihaknya sudah menurunkan harga pemeriksaan antigen yang dulunya Rp110 ribu kini menjadi Rp100 ribu. (t2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved