Berita Bangka Tengah

Bangka Tengah Sudah PTM 100 Persen, Belajar Mengajar Tetap Wajib Pakai Masker

Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah-sekolah, harus tetap menggunakan masker.

TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
PEMAKAIAN MASKER - Seorang warga melintasi baliho imbauan memakai masker. 

KOBA, BABEL NEWS - Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah-sekolah yang ada di wilayahnya, harus tetap menggunakan masker. Hal ini disampaikan Kepala Disdik Bateng, Iskandar, pascapelonggaran kebijakan penggunaan masker dari pemerintah pusat.

Iskandar mengakui, memang harus ada penyesuaian setelah adanya aturan pelonggaran ini. Namun dirinya memastikan, pemakaian masker di ruang tertutup masih harus dilakukan.

Karena itu dirinya meminta, agar para siswa-siswi dan guru-guru tetap menggunakan masker saat berada di lingkungan sekolah. Diakuinya, meski saat ini pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) telah digelar secara 100 persen, namun kemungkinan adanya penyebaran Covid-19 masih bisa terjadi.

"Saat ini Kabupaten Bangka Tengah sudah berada pada kategori PPKM level 1 dan memang sudah diperbolehkan menggelar PTM 100 persen," ucap Iskandar, Jumat (20/5).

Menurutnya, aktivitas di lingkungan sekolah yang sebagian besar dilakukan di ruangan tertutup, membuat pihaknya belum memperbolehkan untuk melepas masker seutuhnya. "Maka dari itu kami tidak terlalu bereuforia untuk menerapkan kebijakan pelepasan masker tersebut," ujarnya.

Apalagi diakuinya, saat ini ada penyakit hepatitis akut misterius yang belum diketahui secara jelas penyebab dan cara penularannya. Pihaknya bahkan, sudah menyampaikan imbauan kepada sekolah-sekolah untuk tetap waspada dan berhati-hati terkait penyakit hepatitis akut misterius ini. "Selain itu, kami juga mengimbau agar anak-anak tidak jajan sembarangan dan lebih baik membawa bekal yang sehat dari rumah," tegasnya.

Sampai endemi
Kepala Dinas Kesehatan Bateng, drg M Anas Ma'ruf menyambut baik adanya instruksi pelonggaran penggunaan masker di ruang terbuka. Namun, pihaknya juga cukup kebingungan lantaran banyaknya statemen dari ahli epidemiologi yang menyarankan untuk tetap menggunakan masker saat di luar maupun di dalam ruangan. "Untuk di Bangka Tengah, kami tetap mengimbau untuk tetap menggunakan masker, terutama di ruangan tertutup," kata Anas, Kamis (19/5).

Selain itu, alangkah baiknya jika penggunaan masker di luar ruangan juga tetap dilakukan masyarakat, terutama dalam mencegah berbagai macam penularan penyakit lainnya selain Covid-19. "Kalau ada yang batuk, pilek atau bersin-bersin tentu lebih baik agar pakai masker. Tapi saat di luar apalagi di jalan alangkah baiknya juga tetap dipakai, terutama untuk mencegah adanya debu dan asap kendaraan yang masuk ke tubuh," jelasnya.

Menurutnya, kebijakan pelonggaran penggunaan masker ini harus dicermati dengan seksama sampai status pandemi sudah berubah menjadi endemi seutuhnya. "Memang saat ini kasus Covid-19 kita sudah melandai dan sudah beberapa hari ini kita zero kasus. Tapi memakai masker juga sangat baik bagi kesehatan," pungkasnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved