Selasa, 7 April 2026

Kabar Pangkalpinang

Pengamat Sebut Petani Lokal Bangka Butuh Bimbingan

Dosen Agroteknologi UBB Maera Zasari menyebut, dari segi tempat tumbuh tanaman kopi tanah di Bangka Belitung sudah sangat memadai.

Editor: Rusaidah
Istimewa/ Maera Zasari
Pengamat Tanaman Hias Dosen Agroteknologi UBB Maera Zasari. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Geliat industri kopi di Bangka Belitung masih terus berkembang. Hal tersebut terbukti dari banyaknya kedai kopi yang terus bermunculan di beberapa sudut ibu kota.

Minum kopi atau ngopi saat ini bukan hanya soal rasa, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Namun rupanya meski terbilang kian menjamur tempat ngopi atau yang lebih dikenal kopi shop, kopi lokal Bangka Belitung justru nyaris tak dijumpai.

Dosen Agroteknologi Universitas Bangka Belitung (UBB) Maera Zasari menyebut, dari segi tempat tumbuh tanaman kopi tanah di Bangka Belitung sudah sangat memadai.

Kata Meira, memang banyak kopi di luar ditanam di dataran tinggi seperti perbukitan, namun di Bangka Belitung sendiri tidak banyak yang demikian dan biji kopi tetap dihasilkan sempurna.

Meira menyebut, petani kopi di Bangka Belitung sendiri banyak ditemukan di Kabupaten Bangka Tengah.

"Kita juga daerah dengan penghasil kopi tapi memang masih kecil, terutama daerah Bangka Tengah. Sebetulnya menarik untuk dikembangkan, kita sudah punya kopi, ada petaninya tapi benarkah kopi itu sudah dibudidaya dengan baik atau sudahkah dipasarkan dengan baik nah itu harusnya menjadi fokus," kata Meira.

Menurutnya, dari segi rasa sebetulnya kopi lokal Bangka Belitung tak kalah enak dengan kopi luar. Hanya saja kata Meira sangat disayangkan petani kopi di Bangka Belitung kurang sentuhan dan kurangnya bimbingan.

"Sehingga kopi yang dihasilkan itu betul sempurna jadi tak kalah sama kopi luar, petani-petani kopi itu perlu pendampingan untuk membudidayakan kopi itu. Sehingga petaninya itu mengerti, berdasarkan pengalaman saya banyak petani kopi itu masih kurang mengerti budidaya yang baik seperti apa, setelah itu roasting yang baik itu bagaimana," jelasnya.

Meira mengatakan, setidaknya jika ada pendampingan, petani kopi akan lebih terekspos sehingga kopi Bangka Belitung juga ikut dikenali.
Meira menambahkan, setelah dari pendampingan yang baik sehingga kopi dihasilkan juga baik. Baru bisa dilakukan perbandingan kopi Bangka Belitung dengan daerah lain. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved