Kabar Pangkalpinang

Robusta Bangka Harus Jadi Primadona

Meski sebagian orang hingga beberapa kopi shop di Bangka Belitung tak melirik kopi lokal, tapi bagi Dira Davega, kopi Bangka justru spesial.

Editor: Rusaidah
Istimewa/Dira Davega
MEROASTING KOPI - Pegiat Kopi Bangka Dira Davega saat meroasting kopi robusta Bangka. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Meski sebagian orang hingga beberapa kopi shop di Bangka Belitung tak melirik kopi lokal, tapi bagi Dira Davega, kopi Bangka justru spesial.

Bahkan dari segi rasa ia yakin robusta Bangka juga tak kalah enak dengan kopi yang jauh sudah terkenal sebelumnya.

Diakui Pegiat Kopi Bangka itu, sebab tidak memiliki dataran yang tinggi maka kopi di Bangka hanya bisa ditanam jenis robusta dengan ciri khas pahit saja.
Pemuda asli Bandung yang sudah lama tinggal di Bangka itu juga memiliki kebun kopi Bangka hingga ia lakukan sendiri proses roasting. Padahal kata Dira, proses penanaman kopi oleh para petani sudah baik, hanya saja pasca panen yang masih perlu perhatian khusus.

Dira sangat menyayangkan robusta Bangka tidak digunakan sejumlah kopi shop di Bangka Belitung.

"Mestinya orang Bangka bangga dengan kopi kita sendiri, karena kalau bukan kita yang menikmatinya siapa lagi. Orang luar belum kenal kopi robusta Bangka, tapi kalau orang Bangka sendiri tidak mau memperkenalkan gimana orang mau tahu," ujar Dira saat ditemui Bangka Pos Group, Jumat (27/5).

Diakuinya, robusta Bangka memang lebih cocok dijadikan sajian es kopi susu. Jika untuk teknik-teknik kopi lainnya memang kopi arabica yang lebih sering digunakan.

"Harusnya kopi robusta Bangka bisa jadi primadona di Bangka sendiri, kalau dari segi rasa robusta Bangka tak kalah sama kopi robusta daerah lain, dengan catatan diolah dengan baik," tuturnya.

Kata Dira, kopi yang baik diolah secara keseluruhan dengan baik, mulai dari penanaman, pasca panen, proses roasting hingga penyeduhan.

"Jadi kopi enak itu tergantung, tidak bisa hanya menyalahkan satu proses, tapi semunya berpengaruh meski penyeduhan sudah benar tapi kalau roasting kurang tetap saja kurang. Jadi hasil kopi yang enak itu kita yang ciptakan, kopi shop kekinian harusnya sudah mulai menggunakan kopi robusta Bangka," tuturnya.

Menurutnya, untuk menjadikan kopi robusta Bangka unggul di Bangka sendiri memang harus butuh kerja sama semua pihak. Tidak hanya melalui satu pintu saja.

"Kerja sama dari komunitas-komunitas kopi, dari pegiat kopi di Bangka terus lanjut ke bisnis kopi dan owner. Karena kalau sekarang mereka masih bingung mau dapatkan kopi Bangka itu dimana, tidak bisa hanya kerja satu orang juga peran pemerintah mendorong ini semua," jelasnya.

Dira menambahkan, untuk kopi shop sederhana di Sungailiat beberapa sudah menggunakan kopi robusta Bangka yang diroasting sendiri olehnya.

"Harapannya semakin banyak lagi kopi shop yang mau menggunakan kopi robusta Bangka, kalau bukan kita siapa lagi dan kapan lagi. Harusnya kita bangga dan kita yang mempopulerkan kopi kita sendiri," pungkasnya. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved