Kabar Belitung
Melambungnya Harga Pangan, Belitung Masih Andalkan Pasokan Luar Daerah
Harga sejumlah komoditas melambung, mulai dari harga cabai rawit, cabai keriting, bawang merah, telur hingga daging ayam.
TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Harga sejumlah komoditas melambung, mulai dari harga cabai rawit, cabai keriting, bawang merah, telur hingga daging ayam.
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung Destika Efenly, secara nasional beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan harga akibat pengaruh cuaca dan naiknya harga sarana produksi pertanian.
"Sekarang harus menyikapi harga produksi pertanian seperti pupuk. Dulu 2021 NPK mutiara hanya Rp460 ribu-470 ribu per karung dengan berat 50 kilogram. Solusinya harus kembali ke pertanian organik, agar pupuk kimia digunakan sebagai pemancing saja, itu harapan ke depan," katanya.
Menurut dia, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, harga cabai di pasaran harusnya tidak terjadi lonjakan. Namun justru terjadi lonjakan harga tinggi akibat ada daerah yang gagal panen.
Meski begitu stok komoditas masih aman karena mengandalkan pasokan dari luar daerah. Sementara pasokan petani lokal baru bisa memenuhi 25-30 persen kebutuhan lokal. Lebih dari 70 persen kebutuhan mengandalkan pengiriman dari berbagai daerah lainnya di Indonesia.
Pemenuhan kebutuhan komoditas pertanian lokal sulit terpenuhi karena kemungkinan terjadi peralihan tenaga kerja seperti petani yang beralih profesi. Misalnya pada satu kelompok tani yang semula memiliki 20 anggota, 10 orang di antaranya beralih pekerjaan.
Menyiasati berkurangnya SDM petani, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bersama Bupati Belitung juga baru-baru ini menjajaki pertanian efektif menggunakan teknologi mesin dengan mengunjungi daerah Garut, Jawa Barat.
"Agar efektif, bisa mengolah lahan, memupuk, dan menyemprot hama. Garut ini sudah menerapkan mesin pertanian yang mereka dapat dari hibah. Kita juga menjajaki itu," katanya.
Selain harga komoditas pertanian yang mengalami kenaikan harga di Pasar Tanjungpandan, daging ayam turut mengalami kenaikan. Hal tersebut dipicu kenaikan harga pakan dan bibit DOC.
Pengurangan produksi DOC juga berpengaruh terhadap kenaikan harga bibit ayam.
Kenaikan harga ini juga terindikasi pengaruh dari transportasi dalam pengiriman bibit ayam dari luar daerah ke Belitung.
"Solusinya makan ayam kampung, harus programkan itu ke depan," katanya.
Menurutnya saat ini terdapat jenis ayam kampung yang dapat dipanen dalam kurun waktu dua bulan. (del)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Ketahanan-Pangan-dan-Pertanian-Kabupaten-Belitung-Destika-Effenly.jpg)