Kabar Pangkalpinang
Madu Kelulut Bisa Dibudidaya Sendiri di Halaman Rumah
Budidaya Madu Kelulut menjadi bisnis yang menjanjikan. Selain dapat meningkatkan perekonomian, madu yang dihasilkan juga bermanfaat untuk kesehatan.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Budidaya Madu Kelulut menjadi bisnis yang menjanjikan. Selain dapat meningkatkan perekonomian, madu yang dihasilkan juga bermanfaat untuk kesehatan.
Penerapan budidaya madu ini juga bisa dilakukan oleh siapa saja, dimana para pembudidaya bisa memanfaatkan perkarangan halaman rumah.
Sumarni satu di antara pembudidaya Madu Kelulut Kelompok Tani Karomah di Desa Lubuk Lingkuk, Bangka Tengah ini kurang lebih sudah 5 tahun melakoni bubidaya madu ini.
Dengan budidaya madu yang dilakukan, ia mengaku dapat membantu perekonomian keluarga. Pasalnya pemasaran madu yang dihasilkan dari budidaya kelompok ini bukan hanya di daerah saja, namun juga ke luar daerah Bangka Belitung.
"Sebelumnya pada tahun 2017 lalu Kelompok Tani Karomah (KTH) budidaya Madu Kelulut ini di pulau khusus, namun karena faktor alam dan adanya monyet nakal, jadi budidayanya dipindahkan ke kebun dan di halaman rumah. Alhamdulillah untuk pemasaran bukan hanya di Bangka, tetapi pernah ikut pameran dinas di luar negeri," ungkap Sumarni.
Ia mengakatan, panen dan produksi Madu Kelulut asli Rangau (Karau) yang dibudidayakan kurang lebih sebanyak 54 sarang dengan madu yang dihasilkan sebulan mencapai 5 liter.
"Sebelumnya kemarin sebulan bisa menghasilkan di atas 50-an liter dengan total sarangnya ribuan, namun sekarang sarangnya ini diganggu semut dan monyet, jadi total yang tersisa masih 54 sarang," ucapnya.
Sementara untuk harga jual Madu Kelulut ini berkisar mulai dari Rp35 ribu kemasan botol 80 ml, dan Rp 100 ribu kemasan 250 ml.
"Produk dijamin 100 persen asli tanpa campuran. Produksinya memang ada madu pahit dan Madu Kelulut, dua-dunya memang yang banyak diminati, karena peminat kita jual juga bukan hanya di Bangka tetapi juga di luar Bangka," ujarnya.
Ia berharap, budidaya Madu Kelulut yang dikelola kelompok ini bisa terus berkembang dan mendapat perhatian khusus dari pemerintah desa ataupun daerah.
"Saat ini kita pengelolaan secara kelompok, untuk pemasaran madunya juga belum ada perjanjian kerja sama, semoga kedepannya bisa dibantu," ucapnya. (t3)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Budidaya-Madu-Kelulut-yang-dilakukan-Kelompok-Tani-Karomah-di-Desa-Lubuk-Lingkuk-Bangka-Tengah.jpg)