Subvarian Omicron Belum Terdeteksi di Pangkalpinang, Hakim: Jangan Terlalu Euforia

Ia pun kembali mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama saat bepergian keluar kota.

Editor: suhendri
Bangka Pos/Cepi Marlianto
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Masagus M Hakim. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang Masagus M Hakim memastikan Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 belum ditemukan di wilayah Pangkalpinang. Kendati demikian, pihaknya tetap mewaspadai penularan subvarian tersebut.

"Sebetulnya gejalanya sama dengan varian Covid-19 yang lain. Jangan terlalu euforia melakukan aktivitas, tetap harus waspada dengan protokol kesehatan dimaksimalkan," ujar Hakim, Kamis (23/6/2022).

Kendati subvarian Omicron belum ditemukan di Pangkalpinang, diakuinya, ada penambahan satu kasus Covid-19 di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 18 Juni 2022.

Namun untuk mengetahui apakah kasus tersebut disebabkan subvarian Omicron perlu dilakukan pemeriksaan lebih mendalam dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS).

Terlepas dari itu, kata Hakim, pihaknya sudah mempelajari dan mengantisipasi kemungkinan penyebaran subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Ia pun kembali mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama saat bepergian keluar kota.

Meski pemerintah telah melonggarkan beberapa aturan seperti diperbolehkan melepas masker saat berada di luar ruangan, protokol kesehatan tetap harus diterapkan.

"Memang kalau berdasarkan data epidemiologi, kasus Covid-19 di Kota Pangkalpinang sudah mengalami penurunan. Tetapi masyarakat agar tetap waspada dengan tetap menjalankan protokol kesehatan," tutur Hakim.

Selain itu, pihaknya juga terus mengebut vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau penguat (booster).

Waspada immune escape

Dilansir dari upk.kemkes.go.id, subvarian Omicron (BA.4 dan BA.5) telah resmi dinyatakan masuk ke Indonesia.

Subvarian ini pertama kali ditemukan pada 6 Juni 2022. Per 15 Juni 2022, jumlah pasien terpapar varian baru Omicron tercatat sebanyak 4 orang.

Rinciannya, 1 orang terdeteksi kasus positif BA.4 dan 3 orang lainnya terdeteksi positif varian BA.5.

Menanggapi kondisi itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibandingkan subvarian Omicron sebelumnya, yakni BA.1 dan BA.2.

Adapun tingkat keparahannya, tidak ada indikasi kesakitan yang lebih parah dari varian Omicron sebelumnya.

Masyarakat diharapkan mewaspadai adanya immune escape, yakni kondisi di mana imunitas seseorang memiliki kemungkinan lolos dari perlindungan kekebalan akibat dari paparan atau infeksi varian Omicron.

Kondisi tersebut menegaskan bahwa perilaku hidup sehat dengan mengikuti protokol kesehatan yang baik serta mengikuti vaksinasi Covid-19 masih menjadi salah satu hal yang penting untuk dilakukan.

Hal ini mengingat pandemi belum sepenuhnya hilang dari dunia maupun Indonesia sehingga kemungkinan terjadinya kenaikan kasus masih sangat dimungkinkan.

Segera lakukan isolasi mandiri dan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan melalui fitur telemedicine ketika mengalami gejala Covid-19 agar bisa segera mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, serta sesuai dengan prosedur penanganan Covid-19. (u1/shi)

Sumber: Bangka Pos
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved