Berita Pangkalpinang

Pascapenetapan Pangkalpinang PPKM Level Satu, Tahun Ajaran Baru PTM 100 Persen

Pemerintah Kota Pangkalpinang memberikan lampu hijau proses pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen untuk jenjang PAUD/TK, SD dan SMP.

Bangka Pos/Cepi Marlianto
SISWA SEKOLAH DASAR - Sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 15 Pangkalpinang beranjak pulang usai mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah, Selasa (8/2/2022). Mereka tetap menggunakan masker. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang memberikan lampu hijau proses pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen untuk jenjang PAUD/TK, SD dan SMP. PTM secara penuh tersebut sesuai panduan dari surat keputusan bersama (SKB) empat menteri dan Intrusi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 34 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, dan level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Di mana, berdasarkan Inmendagri tersebut Pangkalpinang masuk daerah yang menerapkan PPKM level 1, seiring membaiknya kondisi pandemi Covid-19. Artinya, sektor pendidikan dapat menerapkan PTM secara penuh dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan di setiap satuan pendidikan.

"Apalagi status PPKM kita berada pada level satu dari keterangan dinas kesehatan setempat. Maka berdasarkan SKB empat menteri sudah bisa menerapkan PTM 100 persen. Tahun ajaran baru ini yang akan dimulai pada tanggal 14 Juli 2022," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pangkalpinang, Rita Aminah, Rabu (6/7).

Rita menjelaskan, memang saat penerapan PPKM level dua pada tahun ajaran 2021/2022, setiap satuan pendidikan masih menerapkan pembelajaran jarak jauh atau PJJ dan tatap muka sebesar 50 persen. Sistem pembelajaran sendiri dilakukan secara bergantian per sesi.

Pihaknya memperbolehkan orangtua peserta didik untuk dapat memilih sehingga anaknya dapat mengikuti pembelajaran tatap muka atau PJJ. Dinas memberikan keleluasaan terhadap sekolah untuk mengatur jam pembelajarannya masing-masing.

Sehingga, aturan PTM dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan. "Sekolah juga bisa melakukan penyesuaian terkait dengan pengaturan jadwal pembelajaran yang akan dilakukan," ungkapnya.

Rita berharap, pada tahun ajaran baru sekolah nantinya tidak ada temuan kasus Covid-19. Hal ini karena bisa berdampak pada kebijakan PTM digelar 100 persen atau tidak.

Meskipun kasus korona mereda, pihak sekolah tetap diminta waspada dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Ketika siswa datang ke sekolah tetap diminta membiasakan diri mencuci tangan, tetap memakai masker dan menghindari kerumunan.

Begitu juga dengan diperbolehkannya lagi masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang harus memperhatikan edukasi. Sehingga, bukan hanya euforia, namun sesuai dengan karakter sekolah masing-masing. "Jadi ada pembelajaran edukasi yang baru masuk ke lingkungan sekolah. Karena ini sifatnya pengenalan lingkungan sekolah," jelas Rita.

Siap laksanakan
Kepala SMP Negeri 1 Pangkalpinang, Arman menyatakan kesiapannya melaksanakan arahan dari Disdikbud dalam PTM 100 persen, termasuk jam pelajaran untuk siswa. "Kita sudah siap melaksanakan PTM secara 100 persen mulai tahun ajaran baru ini," ujar Arman.

Pihaknya juga akan mematuhi dan tetap disiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Terlebih siswa sudah terbiasa karena sudah menjadi komitmen bersama.

Ketersediaan sarana dan prasarana penunjang, seperti alat pengecek suhu tubuh hingga tempat cuci tangan juga dipatuhi dan tetap bisa dimanfaatkan dengan baik karena dalam kondisi terawat. "Siswa juga mulai rutin melakukannya sehingga tahun ajaran baru saat diberlakukan PTM 100 persen juga tidak akan terabaikan," pungkasnya. (u1)

Perpanjang Libur Sekolah
PEMERINTAH Kota Pangkalpinang juga memperpanjang libur sekolah di wilayahnya. Siswa yang semula dijadwalkan akan melaksanakan pembelajaran pada Senin, 11 Juli 2022, diperpanjang libur selama tiga hari hingga Kamis, 14 Juli 2022.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pangkalpinang, Rita Aminah mengatakan, kebijakan tersebut sesuai dengan surat pemberitahuan nomor 421/642/DIKBUD/VI/2022. Di mana, keputusan itu diambil setelah adanya perubahan pada kalender pendidikan tahun ajaran baru. "Memang terdapat perubahan pada kalender pendidikan tahun pelajaran 2021/2022 ke tahun ajaran baru 2022/2023," kata Rita, Rabu (6/7).

Menurutnya, perpanjangan libur itu dikhususkan bagi satuan pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri maupun swasta. Selain itu, ada beberapa alasan lain yang dijadikan untuk memperpanjang masa libur sekolah tersebut.

Terutama, hari pertama masuk sekolah setelah libur semester berdekatan dengan Hari Raya Iduladha yang jatuh pada tanggal 10 Juli 2022. "Jadi ada pergeseran dalam kalender pendidikan tahun ajaran kita," jelasnya.

Rita berharap, agar penambahan masa libur sekolah ini tidak memengaruhi upaya mengejar pembelajaran yang tertinggal akibat pandemi Covid-19. Surat pemberitahuan tersebut menjadi acuan dan pengingat agar satuan pendidikan untuk segera menyiapkan program pembelajaran tahun ajaran baru.

Terutama kepada kepala sekolah untuk menyiapkan program di tahun berikutnya. Termasuk guru supaya menyiapkan perangkat kerja dan metode pembelajaran.

Selain itu, para siswa dan orangtua agar bisa memiliki waktu lebih untuk mengevaluasi pembelajaran sebelumnya untuk ke jenjang yang lebih tinggi. "Apalagi saat ini penerimaan siswa baru, dan ada perubahan dari satuan pendidikan, yang tadinya dari TK ke SD, SD ke SMP," ujar Rita. (u1)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved