Kabar Bangka

Sapi Kurban Pemkab Bangka Bebas PMK

25 ekor sapi kurban Pemerintah Kabupaten Bangka yang disembelih semuanya dinyatakan bebas wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Edwardi
Petugas Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka memeriksa daging sapi kurban. 

SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Hasil pemeriksaan petugas Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka menyatakan 25 ekor sapi kurban Pemerintah Kabupaten Bangka yang disembelih di halaman Rumah Dinas Bupati Bangka, Senin (11/7) semuanya dinyatakan bebas wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal itu ditegaskan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Krisna Ningsih di sela melakukan pemeriksaan hewan kurban bersama anggota tim di rumah dinas Bupati Bangka, Senin (11/7).

Diketahui 25 ekor sapi yang disembelih hari ini terdiri dari 21 ekor sapi kurban para pegawai OPD di lingkungan Pemkab Bangka dan 4 ekor sapi merupakan sapi kurban pribadi Bupati Bangka Mulkan dan keluarga.

"Semua sapi-sapi kurban disembelih di rumah dinas Bupati Bangka hari ini, Alhamdulillah semuanya sehat, tidak ada yang terdeteksi PMK, dan Insyallah bisa dipotong semua," kata Krisna.

Dilanjutkannya, bagian organ sapi, seperti limfa, hati, paru, ginjal, juga diperiksa lagi, kalau tidak ada masalah artinya bisa dikonsumsi, sedangkan bila ada gejala nanti dieliminasi.

"Jeroan dan daging sapi yang terkena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) boleh dikonsumsi, asalkan sudah melewati pemeriksaan terlebih dahulu dan dinyatakan aman," ujarnya.

Dilanjutkannya, untuk sapi yang dinyatakan positif PMK, yang sudah pasti dipotong untuk kurban, maka yang dibuang adalah bagian kepala dan kakinya saja.

"Sapi yang terindikasi PMK, yang dipotong kurban maka yang dibuang kepala dan kaki, tapi kalau jeroan, daging segala macamnya itu tidak langsung dibuang, kita periksa terlebih dahulu. Jadi walaupun ada sapi misalnya terkena PMK tapi daging dan hatinya bagus, kita bisa konsumsi," katanya. (edw)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved