Kabar Bangka

Bustomi Pasrah Sawit Membusuk, Harga TBS Kian Merosot Hanya Rp500 per Kg

Petani sawit di Kabupaten Bangka memilih tidak memanen kebun sawitnya.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Akhmad Rifqi Ramadhani
Hasil panen perkebunan kelapa sawit petani di Desa Dalil, Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka. 

BAKAM, BABEL NEWS - Merosotnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit belakangan ini yang hanya Rp500 per Kilogram (kg) membuat petani sawit di Kabupaten Bangka memilih tidak memanen kebun sawitnya.

Pasalnya dengan harga tersebut dirasa tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan petani dari mulai harga pupuk yang kian mahal serta upah bagi pemanen.

Seperti halnya yang dirasakan petani sawit Bustomi (56) di Bakam Kabupaten Bangka. Kepada Bangka Pos Group, petani yang memiliki lahan sawit seluas 6 Hektare (Ha) itu mengaku sudah dua minggu lebih tidak memanen sawit.

"Kalau di tempat saya itu dijual ke pengepul lagi itu hanya 300 rupiah jadi kayaknya percuma kalau panen, apalagi sawit saya sudah tinggi-tinggi pohonnya, kalau panen sendiri tidak bisa yang pasti harus memperkerjakan orang," ucapnya, Rabu (13/7).

Pria yang telah menjadi petani sawit sejak puluhan tahun silam itu hanya bisa pasrah buah sawitnya itu membusuk di pohon. Sebab apa mau dikata, dipanen pun tidak seberapa pendapatannya, yang ada malah rugi.

"Mau gak mau dibiarkan dulu saja buahnya membusuk, bayangkan saja harga sawit sekilonya itu lebih mahal permen," keluhnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap permasalahan harga sawit ini bisa dituntaskan oleh pemerintah. Sebab banyak sekali petani sawit yang bergantung melalui komoditas ini.

"Saya rasa tak hanya saya yang mengeluh, pasti semua apalagi di Dalil ini rata-rata profesinya sebagai petani sawit tentu kita sangat sedih," ucapnya. (v2)

 

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved