Kabar Bangka

Bupati Mulkan Alih Status Tenaga Honorer

Bupati Bangka Mulkan menuturkan menyambut baik adanya keputusan itu. Akan tetapi, dirinya lebih memilih mengalih statuskan pegawai honorer.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Akhmad Rifqi Ramadhani
Bupati Bangka Mulkan saat diwawancarai, Rabu (13/7). 

SUNGAILIAT, BABEL NEWS- Tenaga honorer akan dihapus pada 28 November 2023. Hal tersebut menyusul surat yang diterbitkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) nomor B/185/M.SM.02.03/2022 itu diundangkan pada 31 Mei 2022.

Merespon hal tersebut Bupati Bangka Mulkan menuturkan menyambut baik adanya keputusan itu. Akan tetapi, dirinya lebih memilih mengalih statuskan pegawai honorer yang ada di Pemerintah Kabupaten Bangka.

"Kita mendukung adanya peralihan status PPPK, tapi kita harus memberi solusi apakah semua itu bisa kita rekrut menjadi PPPK, sehingga jangan sampai nanti ada pegawai honorer yang diberhentikan," ucapnya saat dikonfirmasi Bangka Pos Group, Rabu (13/7).

Orang nomor satu di Kabupaten Bangka itu menilai keberadaan pegawai honorer di instansi pemerintah sangat penting guna peningkatan pelayanan publik di instansi.

"Kita mempunyai sekitar 3.500 tenaga honorer, satu tenaga honorer itu mampu menghidupi 4 hingga 5 orang. Walaupun secara Undang-undang No 5 Tahun 2014 sudah disetujui tapi bagaimana nanti pemerintah pusat menyikapi terutama status tenaga honorer itu," jelasnya.

Saat ditanyai seperti apa alih status yang diinginkan, dirinya menjawab bahwa status kerja seperti PPPK yang diakui pemerintah secara nasional.

"Kita harus cari solusi dan sikapi bersama jangan sampai angka pengangguran dan kemiskinan bertambah, pemerintah pusat harus menyikapi secara arif kebijakan harus ditinjau kembali dan ada solusinya," jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap tidak menghapus pegawai honorer. Sebab, pemberhentian pegawai honorer disinyalir akan menyebabkan naiknya angka pengangguran.

"Apabila nanti ternyata pegawai honorer ditiadakan, otomatis ini menambah angka pengangguran dan penurunan daya beli di masyarakat tersebut," tutupnya. (v2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved