Kabar Belitung

Ketua Komisi III DPRD Ungkao Rencana Pembangunan Food Court Tak Picu Keruwetan Baru

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belitung Suherman mengatakan harus ada kajian mendasar terkait rencana pembangunan pusat jajanan atau food court.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Adelina Nurmalitasari
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belitung Suherman. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belitung Suherman mengatakan harus ada kajian mendasar terkait rencana pembangunan pusat jajanan atau food court. Apalagi pembangunan food court tersebut disusul rencana relokasi atau pemindahan pedagang di Gedung Nasional.

"Kajian itu harus melibatkan beberapa pihak. Ini pusat kota, salah sedikit pembangunan itu akan menimbulkan kemacetan dan keruwetan baru," katanya ketika ditemui di DPRD Kabupaten Belitung, Senin (8/8).

Dia mengatakan, pembangunan pusat jajanan ini harus ada kajian yang melibatkan banyak orang. Karena begitu digunakan, akan banyak orang berdatangan, sehingga banyak sampah, serta rentan mengganggu lalu lintas di pusat kota.

Kemudian perlu dipertimbangkan pedagang yang berjualan. Jangan sampai food court yang dibangun justru tidak terpakai.

"Maka harus kajian, siapa yang mengisi, jangan sampai bercontoh yang sudah-sudah seperti food street, siapa yang ngisi. Karena menggunakan anggaran yang sangat besar yakni 10 miliar, kajian itu harus betul-betul teliti," imbuhnya.

"Pembangunan ini bukan seremoni, tapi harus termanfaatkan dan dimanfaatkan para pelaku UMKM. Kalau bagi pemerintah untuk memindahkan pedagang di Gedung Nasional, apakah cukup untuk memindahkan 53 pedagang ke gedung yang baru dibuat," sambung dia.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Belitung berencana membangun pusat jajanan atau food court di eks SMEP, tepatnya di Jalan Sriwijaya, Tanjungpandan di depan Galeri KUKM Belitung. Bahkan dana Rp10 miliar sudah disiapkan membangun tempat yang rencananya akan direalisasikan pada 2023 mendatang.

Lokasi tersebut pun akan dipakai pedagang asongan yang kini berjualan di halaman Gedung Nasional. Termasuk pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di pinggir jalan. (del)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved